Cerita rahasia dibalik judul ballerina.
Avelyn dengan dua temannya Zaphira dan Eirene menyelesaikan tugas yang seharusnya tak mereka alami. Mengalami banyak kejanggalan yang tak mereka duga.
Sampai akhirnya mereka tahu maksud dari tugas itu.
Pagi itu Avelyn datang kesekolah sendirian, ia bersekolah di Florentia Girls High School, SMA elit khusus perempuan.
“Baru kali ini gue jalan sendiri biasanya sama Eirene tapi dia masih dirumah sakit” keluhnya.
Tiba-tiba seorang gadis cantik, tubuh ramping dan tinggi menjulang menghampirinya, rambutnya diikat messy bun sederhana.
“Halo aku mau nanya kelas 11-3 dimana ya?” “murid baru?, enggak ke ruang guru dulu?” “Biasanya enggak” ucap gadis cantik itu dengan iringan wajah bingung dari Avelyn. “emm... kebetulan kelas gue disitu, bareng gue aja” Avelyn dan gadis itupun berjalan menuju kelas.
Saat sampai dikelas semua pasang mata melihat dengan kagum. Zaphira menarik tangan Avelyn yang berada di samping gadis cantik itu.
“Dia siapa?” tanya Zaphira. “Murid baru” jawab Avelyn. “Kok lu nggak ngaterin ke ruang guru?, malah langsung ke kelas”. “Dia minta nganterin ke kelas”.
Murid-murid menduduki bangku masing-masing sedangkan Gadis cantik itu hanya diam di depan papan.
“Kok orang itu aneh banget ya” ucap Zaphira kepada Avelyn. “Aneh gimana?” “Aneh aja, lihat deh dia berdiri natap bangku Grace aneh gitu”. “udah lah gausah ikut campur, yuk nanti pulang sekolah ke rumah sakit jenguk Eirene” “Okey”
Tak lama kemudian Guru menampung belajaran bahasa Indonesia datang.
“Pagi anak-anak” “Pagi Miss Hanna” “Ini siapa?” tanya Miss Hanna sembari menunjuk Gadis yang masih berdiri itu. “Murid baru Miss” jawab Avelyn. “Ohh... yang dari Amerika?” tanya Miss Hanna ke gadis itu. “Iya Miss” jawab si gadis. “Okey perkenalkan diri kamu”. “Halo Semua Aku Arinna claire panggil aja aku Arin”. “Okey Arin duduklah Deket jendela itu” “Maaf Miss, aku sensitif terhadap sinar matahari” “ouh kalo gitu tukeran sama Grace, Grace boleh ya”. “Iya bu” ucap Grace dan pindah bangku dekat jendela.
KRINGG!!!!.. Bel Berbunyi, 3 jam baru saja berlalu Semua murid berlarian menuju kantin sedangkan di kelas 11-3 Arin duduk diam dibangku. Setelah dari kantin Avelyn dan Zaphira kembali kekelas dan melihat Arin sendirinya.
“lu nggak kekantin?” tanya Avelyn. “Enggak aku nggak boleh makan sembarangan” Jawabnya santai. “lu ngelewatin makanan kantin yang enak banget” Arin hanya tersenyum mendengar perkataan Zaphira.
«(♠)»
Saat itu Jam menunjukkan pukul 16.30, waktu pulang sekolah. Kelas 11-3 mulai ditinggal satu per satu oleh murid, hanya tersisa Avelyn, Zaphira, dan Arin.
“Arin lu nggak pulang?” tanya Avelyn. “Aku pulang nanti” jawabnya dengan senyum. “Kalo gitu gue sama Avelyn pulang dulu ya” ucap Zaphira. Arin hanya mengangguk dan senyum.
«(♠)»
Avelyn dan Zaphira berjalan melewati lorong rumah sakit, bangsal demi bangsal mereka lalui sampai di bangsal VIP, terlihat seorang gadis tengah berbaring sembari bermain ponsel.
“Eirene....” panggil Zaphira. “eh kalian” “kok gak bilang dulu?” “Tadi inisiatif aja langsung kesini” ucap Avelyn. “Duduk sofa sana”
Setelah mereka bertiga duduk disofa.
“eh.. ada murid baru cantik banget, bodynya tuh ballerina banget” ucap Zaphira. “Emang iya?, Secantik apa?, kayak mamanya Avelyn?” jawab Eirene “ya... cantik mamanya Avelyn sih”. “Namanya siapa?”. “Namanya Arinna dia orang Amerika katanya”. “Amerika?, kenapa kesini ya padahal di Amerika pendidikannya lebih bagus”. “kan.. gue juga mikir gitu, mana dia tuh orangnya aneh banget”. “Aneh gimana?”. “nanti kalo Lo dah balik sekolah lihat aja sendiri”. Avelyn hanya diam memakan keripik sembari mendengarkan Eirene dan Zaphira berbincang.
Ting!.. Suara notifikasi dari hp Avelyn. Ia membuka ponselnya dan tertera nama mama mengirim pesan.
Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.
Setelah menjawab pesan dari mamanya ia kembali memakan keripik.
“lyn, nanti habis pulang dari sini cari makan dulu yuk” ucap Zaphira. “Okey” balas Avelyn singkat.
«(♠)»
1 jam berlalu begitu saja saat ini waktu menunjukkan pukul 19.28 mereka masih menghabisi waktu di bangsal VIP. “eh udah jam segini” ucap Zaphira. “mau pulang sekarang?” tanya Avelyn kepada Zaphira. “Iyadeh laper nih, kita pulang dulu ya ren”.
Mereka berduapun pulang dari rumah sakit dan menuju restoran hotpot terdekat untuk makan malam. Setelah mendapat tempat duduk dua orang itu makan. sembari bermain ponsel.
“Buat postingan Instagram deh” “lyn foto yuk tar mau gue post di Instagram” ucap Zaphira.
Setelah Zaphira memposting foto ke Instagram puluhan notifikasi masuk. “Banyak yang nyariin Eirene” ucap Zaphira setelah melihat postingannya.
Setelah 1 jam dua orang itu makan merekapun pergi pulang dan berpisah di depan gedung apartemen Zaphira. “Gue pulang dulu ya phir” “okey deh, ketemu besok disekolah ya”. Avelyn tersenyum dan menganggukkan kepala lalu dia pergi untuk pulang.
Saat bersenandung lirih ia tak sengaja melihat seseorang yang tak asing tengah menatap kearah gedung apartemen yang ia tinggali.
“Arin?” panggilnya. “Eh Avelyn ya?” “iya, ngapain lu disini?, lu juga tinggal disini?”. “enggak” ucapnya sembari menggelengkan kepala. “saat lewat aku lihat apartemennya kayak familiar” lanjutnya. “ouh..., mau mampir ke rumahgue?” “tidak usah, nanti aku tak punya teman” ucap Arin dan kemudian langsung pergi meninggalkan Avelyn yang kebingungan.
ucapan Zaphira tiba-tiba muncul dikepala Avelyn.
“Kok orang itu aneh banget ya”
“Avelyn..” Seseorang memanggil namanya dan membuat lamunannya memudar. “Eh mama” “kamu juga baru pulang?, kenapa gak kedalam?” “tadi ketemu temenku jadi ngobrol bentar, ayuh masuk mah” Yesline (Mama Avelyn) memandang punggung gadis cantik, tinggi yang memakai seragam sekolah sama dengan putrinya. “Arin...?” gumam Yesline.