- Prologue: Musuh menjadi teman?

243 25 7
                                        

(Di bawah langit yg penuh dengan kabut, ada dua wanita sedang berlari menghindari para zombie² yang mengejar mereka, (Name) yang kini sering banget menutupi mata nya karena sering dianggap zombie padahal asli nya dia emang manusia yg mempunyai mata khusus dari keluarga nya sendiri.)

"(Name)! Pakai pistol saja, gua punya banyak peluru!" Teriak Caila sambil lempar beberapa peluru kearah (Name). (Name) balik badan dan langsung loncat dan menangkap peluru itu.

"Baiklah!" Jawab (Name), dia langsung menembak ke para zombie² itu.

"Tcih! Sial! Mereka terlalu banyak." Kesal Caila sambil sembunyi di balik pintu ruangan kosong bersama (Name).

"Kita kabur aja sih, Cai? Gua juga ada denger suara di tempat sana." Jelas (Name) sambil nunjuk kearah tempat yang kosong dan karena mata elang nya Caila, dia melihat ada seseorang disana.

"Eh iya iya, ada seseorang disana. Ayok." Ujar Caila.

"Tapi lewat mana, Cai..? Di depan pintu sana sudah dikepung oleh banyak zombie." Jelas (Name) yang sedikit panik.

"(Name). Apa kau tidak lihat ada celah cahaya di atas sana?" Tanya Caila sambil nunjuk kearah celah cahaya diatas.

"Oiya, ayok dah." Ucap si (Name), dia loncat keatas duluan dibantuin oleh Caila, pas giliran Caila, (Name) langsung menangkap dia dengan kedua tangannya.

(Mereka berdua langsung lari kearah tempat itu untuk menelusuri lebih dalam dan pas mereka berdua nyampe, (Name) ngintip sedikit.)

"Tunggu sebentar.." Mata merah darah (Name) melebar ketika dia melihat seseorang di dalam tempat itu.

"Hm? Ada apa? Emang siapa?" Tanya Caila bertubi-tubi dengan muka serius nya.

"Itu... bukannya... Kyren..." Jawab (Name) dengan muka serius nya.

"Kyren?... anak berandalan yang ada disekolah kita? Yang sempet ngebully lu soal mata lu?" Tanya Caila lagi, kali ini dengan mata kebenciannya.

"Iya, dan... gua lihat dia sendirian, sedang mencari makanan mungkin?" Ujar (Name) dengan muka sedih.

"Lu yakin?" Tanya Caila lagi karena dia bisa membaca pikiran (Name), kalau misalkan sahabatnya ingin menghampiri Kyren.

"Iya, gua yakin..."

"Yaudah, gua bakalan jaga in lu." Jawab Caila, dia masuk duluan. (Name) hela nafas nya dan masuk.

(Disisi Kyren...)

"Hmm.. ada apa ya ditempat ini? Coal? Lumayanlah. Seenggaknya aku punya bahan bakar untuk ini. Udah lama gua gak berinteraksi dengan manusia. Emang masih ada— Ooh!" Yapping Kyren yang kini terpotong karena dia mendapatkan beberapa barang dari chest.

"Oke, kebetulan yang sangat bagus. Gua berhasil dapetin bandage dan flashlight. Hmm, ini bagus. Terus gua bisa charge baterai ini dan gua bisa pakai. Oke..—" Jelas Kyren yang kini dia berada di pertengahan ingin pergi dari gedung itu, tapi dia mendengar sebuah suara, itu yang membuat ia berhenti.

"Siapa itu? Oi! Tunjukkan diri kalian!" Tegas Kyren, dia langsung mengeluarkan sebuah pedang di kedua tangannya.

"Buset..." Kaget (Name)

"Biasa, dia anak berandalan dari sekolah kita. Tunggu disini." Ujar Caila sambil memakaikan masker nya, dia mengeluarkan pedangnya juga dan mulai menunjukkan diri nya dan menyerang Kyren.

"Heh! Akhirnya lu nunjukin diri— Loh, lu wanita ternyata. Seorang wanita melawan saya? Berani sekali ya." Jelas Kyren sambil nahan pedang Caila dengan pedang miliknya.

- Survive [Project S1 x Reader]Where stories live. Discover now