Beginning

10 1 0
                                        

Di sebuah perkampung terpencil yang damai, di sempadan peperangan antara ras monster dan beast human terdapapat dua buah ras yang telah bergabung iaitu ras elf dan ras fox nine tail yang hidup aman dan akur.Pada malam itu sunyi, hanya disinari cahaya bulan dan bunyi cengkerik yang bersahutan.Namun detik yang tenang itu akan mengubah segalanya.

Di dalam rumah kecilnya,di sebuah rumah kayu yang digunakan oleh pasangan suami isteri mencetuskan sebuah kesunyian malam dengan sebuah tangisan pertama bayi yang baru lahir.Bayi itu telah dinamakan sebagai Qayriel Nyx Aerynth. Ayahnya, seorang elf, menggendong bayi itu ke dada dengan perlahan sambil bergelinang air mata penuh kebahagiaan dan harapan.Sementara ibunya yang merupakan seorang fox nine-tail, menyapu keringat dari dahinya kepenatan namun masih terselit sebuah senyuman.

Sebelum mereka sempat bernafas lega, cahaya emas dari langit turun menuju ke dalam rumah dan menyinari bilik kecil itu.Apabila cahaya itu mula malap muncullah sebuah mahkota yang indah dikenali sebagai Mahkota Obscura.Mahkota tersebut turun perlahan menuju ke arah bayi tersebut dan terapung di sekitar bayi itu, menahan graviti seolah mengagungkan kehadirannya.Pasangan itu terpaku akan pemandangan yang sungguh unik yang sama sekali belum pernah dilihat seumur hidup.

"Apakah itu...?" bisik ayahnya penuh nada terpesona.

"Ianya... dia," ibu menjawab dengan suara bergetar, "hanya dia yang boleh menyentuhnya."

"Apa maksudmu?" sang ayah kebingungan.

"Lagenda tentang kisah Mahtoka Obscura yang pernah menjadi bualan ramai orang terdahulu." sahut sang ibu.

"Tapi,itu hanya lagenda.Hanya sekadar cerita rakyat yang terlalu diheboh-hebohkan tanpa bukti.Bagaimana mungkin ianya merupakan mahkota yang sama?" sang ayah menindakkan.

"Mungkin kamu benar,tetapi tidak sepenuhnya kita harus menindakkan.mungkin dengan cerita itu,kita boleh tahu akan makna kedatangan mahkota ini" sahut sang ibu kembali

"Baiklah,tetapi kita berdua harus menyimpankan hal ini dari sesiapa bagi mengelakkan bencana yang tidak elok berlaku kepada anak kita yang baru lahir ini.Sekurangnya,tunggu sehingga ia remaja baru kita memberitahunya." sahut sang ayah yang telah mengiakan saranan sang ibu bagi menyenangkan hatinya.

Lalu tiada sesiapa di antara mereka yang berani meraih benda tersebut buat seketika.Namun rasa keinginan tetap bercambah di hati sang ayah,di saat sebelah tangan masih menggendong anaknya,sebelah tangannya lagi diguna untuk mencoba menyentuh mahkota itu.

Di saat sang ayah mencoba menyentuh mahkota itu,mahkota tersebut bergerak sekelip mata menjauh apabila ingin disentuh.Hanya tangan kecil bayi itu mahkota itu biarkan dirinya disentuh, seolah mencoba melindungi rahsia yang tidak terungkap. Mereka berdua mula yakin dengan legenda itu pun memutuskan untuk merahsiakan keajaiban itu daripada orang lain, takut dunia akan terganggu, atau bayi mereka sendiri akan berada dalam bahaya.

Lima tahun pun telah berlalu,Kini Qayriel telah semakin membesar manjadi seorang gadis kecil berumur 5 tahun yang penuh ceria.Hari-hari gadis kecil itu diisi dengan kesederhanaan dengan menonton bintang dengan ayahnya di beranda, belajar sejarah purba dan lagenda turun-temurun dari para moyang mereka, belajar memburu binatang, menolong ibunya di dapur dan di rumah serta berlari-lari di kebun jagaan sang ibu sambil Mahkota Obscura yang dipanggil sebagai Yura oleh Qayriel melayang di sisinya.

"Jangan lari terlalu jauh, Qayriel!" suara ayah memanggil.

"Tak apa, ayah! Yura ikut saya!" balas Qayriel, tangannya meraih mahkota yang menari di udara.

Sang ibu tersenyum, "Hati-hati sayang. Jangan jatuhkan Mahkota itu."

"Tidak akan terjatuh! Kita berdua kawan kan, Yura?" Qayriel tertawa, dan mahkota itu berputar seolah mengangguk.

Begitulah kehidupan seharian Qayriel.Keceriaan gadis kecil itu selalu menambat hati kedua orang tuanyanya serta warga kampung di kawasan itu.Qayrial juga turut terkenal akan sifat ringan tulangnya membantu warga dalam pekerjaan.Tidak lupa turut bermain dengan kanak² yang lain di situ.

Pada setiap pagi dan malam kedua orang tuanya kerap memberi nasihat agar tidak membenarkan Qayriel menunjukkan Mahkota itu kepada sesiapa walaupan kepada kawan.Gadis itu hanya sekadar mengangguk tanpa membantah walaupun tidak mengetahui akan sebabnya.

Namun, ketenangan itu tidak lama. Suatu malam, langit di atas kampung mula bergemuruh. Dentuman besar memecah keheningan, seperti bumi sendiri meraung. Api dan letupan menyambar rumah-rumah kecil; asap dan debu memenuhi udara.Di saat yang bersamaan,Qayriel tengah bermain dikawasan hutan selalu menjadi kawasan tempat gadis kecil itu dan ayahnya bersantai setelah memburu,ia juga telah mendapat keizinan dari kedua orang tuanya sebelum menuju ke kawasan itu.

Gadis itu terkejut akan bunyi itu detuman itu dan segera bersembunyi di sebalik pepohonan.Setelah keadaan menjadi kembali sunyi,gadis itu segera pulang ke rumah dengan kadar segera.Qayriel berlari dengan sekuat tenaga untuk kembali ke kampung itu sambil menjerit memanggil ibu bapanya.sekali tiba di kawasan perkampungannya,hanya reruntuhan dan kepulan asap yang menjawab.Gadis itu berlari masuk dan menghiraukan tubuh yang lain bergelimpangan tidak bergerak.mindanya di penuhi akan ketakutan dan kerisauan kepada kedua orang tuanya.

Setelah tiba di kawasan perumahannya,hanya terbentang runtuhan rumah kayu dan kedua tubuh orang tuanya yang kerkulai layu juga tidak bergerak.Tubuh kecilnya berjuang mengalihkan kayu dan serpihan,lalu mencoba membangunkan mereka berdua dengan sekuat tenaga tetapi ibu bapanya telah tiada.Qayriel mula menangis teresak-esak di samping tubuh mayat orang tuanya sambil memeluk mereka berdua tanpa menghiraukan pakaian yang kotor serta darah dari tubuh kedua orang tuanya.Tangisnya menggema di tengah kehancuran perkampungan tersebut,sebelum kelelahan mendatang dan menidurkannya di reruntuhan.Di saat terakhir dia melihat ialah,Mahkota itu mula menghilang dari pandangannya seperti mana kepenatan mencoba menidurnya.

Beberapa hari kemudian,Qayriel mula terjaga di bilik asing namun hangat dengan selimut bersih menutupi tubuh kecilnya itu.Gadis itu mengerling sekeliling,terdapat kanak-kanak dari pelbagai ras yang belum pernah ia jumpa sebelumnya berada di situ, luka mereka dibersihkan dan dibalut, duduk diam di sekeliling.sebahagian juga masih menangis,malah sebahagiannya masih belum sedarkan diri. Seorang penjaga lembut datang mendekat mendekat.

"Bangun,gadis kecil. Jangan takut. Semua sudah selamat di sini."

"Di mana... ibu, ayah?" suaranya bergetar.

Penjaga tersenyum lembut lalu berkata sambil mengusap kepala gadis kecil itu dengan perlahan.

"Mereka telah melindungimu sekuat tenaga. Di sini kamu akan aman. Kamu tidak sendiri."

Qayriel menatap kanak-kanak yang lain tanpa membalas.Di saat muda seusia itu ia telah mempelajari erti kehilangan orang yang tersayang.Masih terimbau segala kenangan ia dengan keluarganya serta warga di kampungnya di minda.Meski hatinya gundah, tekadnya terbentuk.

Dunia yang telah ia diami sejak kecil telah berubah, tetapi ia akan meneerus hidup, belajar, dan suatu hari menuntut takdir yang menunggunya.

Di sinilah ia akan membesar dan beradaptasi akan persekitaran yang baharu, di Pusat Asuhan Diyana, tempat perlindungan bagi kanak-kanak yang kehilangan keluarga akibat perang. rahsia ia dengan kedua orang tuanya akan Mahkota yang belum terungkap, dan dunia yang baru menunggu untuk ditemui.




























*Mohon maaf atas kesilapan dalam penulisan.saya masih pemula dalam hal ini.mohon tunjuk ajar dan bimbingan dari kalian.*

OBSCURACerita yang buat anda obses. Terokai sekarang