1

5 1 0
                                        

~~~

     Suara ciutan burung terdengar di balik jendela kamar sang pemuda yang tengah tertidur lelap di atas ranjangnya.Sinar matahari yang samar samar menembus gorden tipis yang menggantung di jendela kamar itu,mengenai wajah sang pemuda yang tertidur lelap di kasurnya.Pemuda itu menggerang,merasakan silau yang mengenai wajahnya dan menganggu tidurnya yang lelap.Ia bangun dan mengubah posisinya,sesekali menggerang karena merasakan pegal di seluruh tubuhnya.

Ctink

Suara notifikasi handphone berbunyi,membuatnya sontak menoleh kearah handphone nya yang berada tepat di samping tubuhnya yang sedang duduk dan belum selesai mengumpulkan nyawa.

Pemuda itu meraih handphonenya,iris nya yang bewarna merah gelap terbuka dan menatap kontak yang mengirimi nya pesan,pesan itu terpampang di layar kunci hp pemuda itu

"Oi Arya,hari ini jangan telat lagi masuk kantor.Gw udah ingetin lo jadi jangan sampai kejadian lusa lalu terulang."

Begitulah isi pesan yang terpampang di Handphone pemuda itu.Atau pemuda bernama Arya tersebut.

Arya memutar bola matanya malas ketika membaca pesan tersebut.

Kenapa pagi pagi buta begini dia malah mendapat ocehan dari rekan kerjanya? Seharusnya pagi pagi begini dia memiliki mood yang baik sebelum memulai hari nya,tapi malah di buat bete begini karena sudah mendapat ocehan tak langsung yang di kirim oleh rekan kerjanya tersebut.

"Udah ga kasih salam,malah langsung ngoceh.tsk"

Arya menghapus notifikasi pesan itu dari layar kuncinya dengan jempolnya,ia berdecak kesal lalu melempar handphone nya sembarangan di atas ranjangnya.Rasya meregangkan tangan tangan nya yang masih terasa pegal

"Gw salah posisi tidur kah? Ighh badan gw pegel semua.." 

 Arya mengeluh,tangan,kaki,serta lehernya terasa pegal pegal semua..rasanya tubuhnya masih meminta dirinya untuk pergi tidur lagi- Rasya menggelengkan kepalanya "Sadar Ar..lu kalo telat lagi,bisa bisa di pecat Boss galak." Gumam Arya kepada dirinya sendiri.

Ia mendongak,menatap jam yang tertempel di dinding temboknya.

Jam tersebut menunjukan waktu 06.07

Ia terdiam sebentar.

"...Rapat mulai jam berapa?"

Arya bertanya kepada dirinya sendiri untuk kedua kalinya..Bisa bisanya ia lupa rapat di mulai jam berapa di hari pertamanya ia akan mengkuti rapat agency tempat ia bekerja.Arya mengacak acak rambutnya dengan kasar setelah menyadari bahwa dirinya melupakan hal yang penting seperti itu.

Bagaimana ia bisa seceroboh ini?

Arya beranjak dari tempat dimana ia berdiri,ia lalu meraih handphone nya yang berada di atas kasur,mengecek apakah jadwal rapat di kirim di Grub agency atau tidak.Hasilnya nihil.

Tidak ada.

"sialan" Arya mengumpat pelan.Ia membuang handphonenya di kasur sembarangan sekali lagi.Dia kemudian berjalan kesana kemari,mencari di setiap ruangan untuk menemukan undangan rapat yang ia dapat.Langkahnya terdengar kasar,hentakan kakinya terdengar.Buru buru.Ia takut jika rapat nya dimulai pagi pagi sekali dan dia bisa berujung terlambat seperti lusa lalu-

Nihil,

kertas undangan nya tidak ada dimana mana.Kertas sialan itu hilang.Arya mengumpat sekali lagi,kenapa di saat dia tidak mau terlambat datang ke agency dan menjadi pekerja magang yang teladan dia malah mendapat musibah begini? sepertinya dia memang ditakdirkan jadi berandalan seperti biasanya saja-

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: 6 hours ago ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Ekspedisi desaWhere stories live. Discover now