Izin spill prolog dulu ya para readers🙏❤️
Next atau engganya, tergantung vote dan komen teman-teman ya☺️
Keluarga Kim dikenal sebagai keluarga yang nyaris sempurna di mata banyak orang. Kim Seon-Ho seorang pengusaha besar yang namanya tercatat di berbagai jajaran direksi perusahaan ternama adalah sosok Ayah yang tenang, tegas, dan penuh wibawa.
Di sisinya ada Go Yoon-Jung, sosok Ibu yang lembut namun cerdas, perempuan yang tak hanya menjadi istri, tapi juga penopang utama keseimbangan keluarga itu.
Mereka tidak hanya kaya raya, tetapi juga disegani, dihormati, dan kerap menjadi bahan pembicaraan kalangan elit. Di balik gerbang tinggi rumah megah mereka, tinggal empat anak dengan karakter yang sama sekali berbeda namun terikat oleh darah dan kasih yang tak pernah putus.
Anak pertama mereka adalah Kim Jisoo, 25 tahun. Sejak muda, Jisoo sudah terbiasa memikul tanggung jawab besar. Ia kini menjabat sebagai CEO di salah satu perusahaan milik Ayah-nya. Sosoknya dingin, minim ekspresi, berbicara seperlunya—namun semua orang tahu, sekali Jisoo mengambil keputusan, tak ada yang bisa menggoyahkannya. Bagi dunia luar, Jisoo adalah simbol kekuatan dan ketegasan.
Namun bagi adik-adiknya, Jisoo adalah kakak yang diam-diam selalu memperhatikan mengingatkan mereka makan, pulang tepat waktu, dan memastikan tak satu pun merasa sendirian. Tak banyak yang tahu, di balik tubuhnya yang tampak kuat, Jisoo menyimpan kelemahan: asma yang bisa kambuh kapan saja saat kelelahan menyerangnya. Ayah , Ibu, dan adik-adiknyalah yang selalu menjadi penjaganya tanpa banyak kata, tanpa drama.
Anak kedua adalah Kim Jennie, 22 tahun.
Jennie memilih jalannya sendiri dunia hiburan. Ia bekerja sebagai model dan artis di salah satu entertainment besar, tempat di mana appa-nya juga memiliki saham. Meski banyak yang menuding jalannya mudah, Jennie tahu betul betapa keras dunia yang ia pilih.
Sifatnya dingin seperti Jisoo, tapi lebih tajam dan lebih berani. Jennie vokal, tak suka diremehkan, dan tak ragu melawan jika merasa terpojok. Saat emosinya meledak, ia bisa kehilangan kendali bahkan sampai main tangan. Namun di balik temperamennya, Jennie adalah sosok yang sangat protektif terhadap keluarganya, terutama pada Jisoo dan adik-adik kembarnya.
Anak ketiga dan keempat—si kembar adalah Kim Chaeyoung dan Kim Lisa, kini berusia 20 tahun. Dua jiwa yang lahir di waktu yang sama, namun membawa warna yang bertolak belakang.
Chaeyoung adalah kelembutan itu sendiri. Ia mudah tersentuh, gampang menangis, dan memiliki hati yang terlalu besar untuk dunia yang keras. Ibunya sering berkata, Chaeyoung mewarisi kehangatan paling murni dari dirinya.
Sebaliknya, Lisa adalah sumber kekacauan kecil dalam keluarga Kim. Jahil, ceroboh, selalu punya ide yang berakhir jadi masalah. Namun Lisa juga yang paling jujur, paling berisik, dan paling cepat mencairkan suasana.
Rumah besar itu terasa sunyi tanpa suara tawanya. Meski berbeda, mereka saling menyayangi dengan cara masing-masing.
Pertengkaran kecil, adu mulut, bahkan bentakan semua adalah bagian dari dinamika mereka.
Namun saat salah satu terluka, yang lain akan berdiri paling depan. Keluarga Kim memang tampak harmonis. Namun di balik kemewahan, jadwal padat, ambisi, dan nama besar, tersimpan cerita-cerita kecil tentang kelelahan, kecemasan, dan cinta yang tak selalu diucapkan dengan kata-kata.
Dan di sinilah kisah mereka dimulai tentang sebuah keluarga yang terlihat sempurna, namun rapuh, dan saling menggenggam agar tidak runtuh.
To be continue
Note.
Cerita ini yang akan menemani bulan ramadhan menjadi lebih hangat😊🙏
R u guys ready?
