Maaf yaa kalo jelek soalnya manusia bukan nabi boyy wkwkwk. Sorry yaa kalo ceritanya jelek atau gimana soalnya ini hanya karangan aja karena daripada gak ada kerjaan begadang mending buat cerita wkwkwkwk
Kalo gak suka boleh skip kok
Disekolah yang megah. Disitu sudah masuk waktu jam istirahat yang dimana para murid murid berbondong-bondong pergi dari kelas menuju kantin, disisi lain ada seorang gadis yang berambut kepang dan memakai kaca mata sedang berjalan. Tapi langkahnya terhenti ketika ada sekelompok manusia yang mendekatinya.
Satu persatu manusia itu mendekat ke arah Carmen, yap orang itu adalah eylin anak dari orang kaya sekaligus anak dari penyumbang besar disekolah. Tidak ada 1 murid pun yang berani membantah/menentangnya bahkan para guru pun tak berani.
Eylin dan para anggotanya pun langsung menarik tangan carmen dengan kasar menuju belakang sekolah. Carmen? Ia hanya mengikutinya saja seolah itu hal yang biasa baginya.
*sesampainya dibelakang sekolah*
"Carmen, anak bermodal beasiswa kayak lo gak pantes dapat perlakuan baik disini!... Ngerti gak lo hah! "hei, kalo gw ngomong tu dijawab jangan diam aja, bangsat!"
Umpat eylin kepada carmen dengan nada yang mengejek dan arogan, bukanya menangis atau bagaimana carmen malah justru tertawa atau lebih tepatnya seperti orang yang tak memiliki harapan untuk jalan hidupnya.
"Perlakuan baik ya?... Kurasa aku memang tak pantas mendapatkannya... Bukankah hobi kalian itu mukul orang ya?... Kalo gitu cepat pukul gw mumpung gak ada orang disini! CEPAT ANJING!"
Merasa diremehkan ketiga orang itu langsung tanpa basa-basi menghajar Carmen secara bergilir, pertama yaron dan aya menahan lengan carmen dan eylin langsung menghajar dengan tinjunya. 1,2,3 tinjuan berhasil menghantam rahang carmen yg membuat carmen tersentak tapi tetap tak meringis sedikit pun. Hal itu membuat eylin semakin ketagihan menghajarnya secara membabi buta.
Merasa belum ada reaksi dari carmen, eylin langsung memberikan kode melalui tatapan kepada ke 2 manusia itu agar memukul carmen secara bersamaan. Dan 1 persatu atau lebih tepatnya 10 persepuluh tinjuan mereka berhasil membuat carmen jatuh lemas ke tanah.
Napasnya perlahan lahan tipis tipis seolah ruang didalamnya sudah ikut terkunci rapat oleh sesuatu yang tak kasat mata.
-
-
-
-
Disisi belahan dunia lain. Di lorong sekolah ada 3 siswi yang berjalan diantaranya ada jiwo,Jun, dan Yeon mereka merupakan anak orang kaya no 1 didunia. Mereka berjalan menuju kantin sekaligus menemui saudara lainnya tapi langkah nya terhenti ketika Yeon adik bungsu mereka berbicara dengan lembut dan
ceria kepada Jun dan jiwo,:..
"Unnie, Yeon entah mengapa ingin sekali ke belakang sekolah, Yeon ada firasat bakal ada sesuatu disana."...
"Boleh yaa, unnie, nanti kita langsung temuin para unnie lainnya deh..."
Ucap Yeon dengan menunjukkan muka manisnya kepada unnie nya seolah muka manisnya itu adalah sebuah kunci untuk semua orang.
-
-
-
-
-
-
-
Kini gadis itu mendapatkan banyak sekali bekas memar dan luka dari perlakuan ke 3 manusia itu. Ketiga gadis itu masih disana memandang carmen dengan tatapan yang sangat puas melihat carmen yang begitu tak berdaya.
Cukup dibilang parah juga kondisi nya sudut bibirnya berdarah dan pipinya mulai membiru karena habis ditonjok eylin beberapa kali terus.... Kepala nya berdarah karena salah satu dari ke 3 itu membenturkan kepalanya ke dinding yang membuat darah mengalir deras dari pelipis ke wajah hingga mengotori seragam sekolahnya.
VOUS LISEZ
rumah yang hilang kini kembali
Fiction Généraletidak ada LGBT ya... hanya tentang persaudaraan aja.. dan drama keluarga serta penderitaan sang MC hehehehe maless ketik... lihat aja dulu siapa tau minat...
