Disuatu pagi yg cerah, hiduplah seorang manusia bertelinga panjang seperti peri. Orang-orang sering menyebut manusia bertelinga panjang seperti peri itu dengan sebutan 'Elf'.
Elf memiliki ciri khasnya sendiri yaitu telinga panjang, postur tubuh yang tinggi, dan tampilan mereka yang begitu elegan. Sekarang yang sedang berada dalam cerita ini adalah seorang pria Elf bernama Aeris, rambutnya pirang panjang, kulitnya putih mulus, dan warna matanya biru cerah seperti langit.
Tapi, jangan tertipu dengan tampangnya yang begitu menawan. Karena di balik keindahannya itu tersembunyi sifat yang bisa disebut 'unik', kekanak-kanakan dan sungguh tidak mencerminkan penampilannya yang menawan itu.
Paginya Aeris di awali dengan dirinya mandi sebentar lalu memasak sarapan seperti menggoreng telur ayam, memanggang roti, dan memasak masakan lain untuk sarapannya. Aeris menghias sarapannya seunik mungkin, seperti membuat senyuman di rotinya dengan saos tomat dan dua telur goreng sebagai matanya.
Setelah sarapan ia memulai kegiatannya, yaitu sebagai ketua Guild petualang. Tempat dimana para petualang dan pahlawan berkumpul untuk mengambil misi atau menjual artifak langka. Disini tugasnya Aeris sebagai ketua adalah mengurus para anggota petualang, menyediakan tempat penginapan yang dapat disewa, dan mengurus beberapa dokumen penting.
Jika kalian berpikir hidupnya enak, ya kalian tidak salah sih. Hidupnya begitu aman damai walau dia sebenarnya diam-diam memiliki sifat fanatik terhadap barang antik kuno atau artifak bersejarah, ia sangat terobsesi dengan meneliti barang-barang baru semenjak ia menginjak umur remaja hingga seterusnya. Hidupnya indah bagaikan mimpi, Aeris memiliki rumah dua tingkat, selalu hidup berkecukupan, tampangnya yg menawan dapat memikat orang-orang terlebih lagi wanita. Hidupnya sungguh sempurna.
YOU ARE READING
A Day In My Life Seorang Elf
Fantasymengisahkan tentang keseharian seorang elf gak jelas dan pria sok misterius
