─────── ۪۫ ❁ཻུ۪۪⸙͎.' ───────
Helloo!!⸙
Jangan lupa klik tombol Bintang✩
Terimakasih
─────── ۪۫ ❁ཻུ۪۪⸙͎.' ───────
║▌│█║▌│ █║▌│█│║▌║
𝙨𝙘𝙖𝙣𝙣𝙞𝙣𝙜 𝙘𝙤𝙙𝙚...
Hujan turun deras membasahi kota. Sudah hampir 2 minggu lamanya akan turun hujan disetiap harinya.
Dahyun.
Gadis itu berdiri di pos satpam sekolah nya menunggu hujan reda, supaya ia bisa pulang.
Sialnya, berkali-kali dahyun selalu diingatkan untuk membawa payung, akan tetapi ia abai.
"Hujaan tolong redaa sebentar sajaaa, supaya aku bisa pulang" Ucap dahyun berbicara sendiri.
Bukannya reda, hujan turun makin deras membuat dahyun mendengus kesal karna nya.
Ia sudah mengabari orang tuanya untuk menjemputnya, namun belum ada balasan sampai sekarang.
Zzraashh
"Aaa", dahyun terkejut saat dirinya terkena siraman air hujan yg menggenang di depannya.
Dilihat nya motor besar berwarna putih melaju cepat, yang mengakibatkan dirinya terkena siram.
' Sial sudah harikuu ' pikir Dahyun.
Tanpa dahyun sadari, motor yang tadinya melaju cepat langsung berhenti.
"Sial"
Pengendara motor itu memutar balikkan motornya kembali dan melajukannya
Hujan sudah mulai reda tapi dahyun tidak berhenti menggerutu karena bajunya yang basah. Di cek nya handphone yang dirasanya bergetar tanda adanya pesan.
"Dahyun maaf baru membalas, papah masih di kantor, dan pak Lee sedang cuti"
Itu pesan dari papahnya, dahyun menghela nafas, dia akan berjalan saja.
Memang jarak rumah dan sekolah dahyun tidak terlalu jauh, hanya butuh 20 menit berjalan kaki, tapi tetap saja akan menyebalkan bila dalam kondisi sekarang ini.
Saat hendak jalan, Tiba-tiba ada motor berhenti di depannya. Dahyun mengernyitkan alisnya sedikit bingung.
Namun setelah diperhatikan lagi, motor nya sama persis dengan motor yang membuat baju dahyun basah.
Pengendara motor itu lalu membuka helmnya, dahyun sudah siap dengan segala macam umpatan dan sumpah serapah yang akan dia berikan untuk si pelaku.
"Hoi kau kalau bawa motor yang bener dong, apa matamu minus parah sehingga tidak lihat ada kubangan air di depan mu heh?! "
"Sialan benar-benar menyebalkan, dasar laki-laki gila" Dahyun mengeluarkan semua kekesalannya pada laki-laki yang menjadi tersangka.
Laki-laki itu menatap dahyun dengan tatapan datarnya dan berkata
"Aku tidak sengaja"
Lalu pergi begitu saja dari hadapan dahyun dengan motor besarnya, meninggalkan dahyun yang melongo seketika
"Dasar gila, dia bahkan tidak meminta maaf, menyebalkan" dahyun berjalan kearah rumah nya dengan kesal, kejadian hari ini benar-benar menyebalkan menurut nya..
" Lucu "
✁- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Wonwoo merebahkan dirinya di kasur, ia baru selesai mandi. tatapannya menerawang dengan senyum tipis tanpa ia sadari. Ia kembali mengingat hal yang membuat nya kesal namun aneh disaat bersamaan .
"Padahal tadi hujan dan gelap, tapi kenapa rasanya hangat dan terang? Seperti she's my sunshine in the rain? "
"Heh apa yang kupikirkan"
"Dasar menyebalkan"
✁- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Keesokan harinya, dahyun sudah siap dengan payungnya , kali ini ia tidak abai, dahyun bahkan membawa jas hujan supaya dirinya tidak bernasib seperti kemarin.
Dahyun melangkah kan kakinya santai menuju kelasnya, karna sebentar lagi akan diadakan acara perpisahan maka dahyun masuk hanya untuk absen saja.
Dahyun adalah siswa tingkat akhir yang cukup dikenal karna dia ramah juga pintar.
"Dahyuuuun sini sini cepett"
"Kenapa mbihh ku cayaaangg"
Sinb, gadis yang sudah menjadi sahabat dahyun sejak SMP itu segera menarik tangan dahyun dan mendudukan dirinya.
"kamu tau ga si katanya acara perpisahan kita bakalan ke pantai, aku seneng banget , udah lama kita ga ke pantai heheh", sinb dan dahyun memang sudah lama tidak kepantai karna semenjak kelas 2 mereka mengikuti les supaya nilai mereka memuaskan.
" Ih sumpaaah?! Aaa jadi ga sabarr mau main di pantai sambil liatin cowo ganteng Waah " Balas dahyun dengan mata berbinar nya. Ucapan dahyun mengundang tangan sinb yang segera menjitak pelan kepala dahyun.
"Dasar ular, aku yang lebih dulu melihat para lelaki tampan itu lah aish pasti menyegarkan" Ujar sinb dengan wajah yang menurut dahyun menyebalkan.
"Oh ayolah kalian berdua, sudah ada kami kenapa masih pengen liat lelaki lain coba"
"Haah aku sudah bosan melihat kalian terus" Sinb mengerucutkan bibirnya sebal.
"Ayolah dubu, bukankah kami juga tampann" Rengek salah satu dari mereka , sambil bergelayut manja di lengan dahyun.
Dahyun hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan temannya itu.
"Iya seungkwan, tenanglah" Ujar dahyun menenangkan.
"Dubu bagaimana jika membeli keperluan perpisahan bersamaku? Pulang sekolah nanti." Ajak Vernon, dahyun sedikit menimang, jika hujan akan sangat repot bukan?
"Tenang, aku membawa mobil ku" Ucap Vernon menyadari perubahan raut wajah dahyun.
Dahyun sontak mengangguk setuju dengan ucapan Vernon.
✁- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sepulang sekolah dahyun bersama teman-teman nya menuju parkiran.
"Sinb kamu tidak ikut? " , yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya lalu menarik seungkwan untuk pulang bersama.
"Eh sinb kenapa? Tumben, biasanya dia paling semangat soal belanja" Dahyun heran melihat sinb yg jarang jarang menolak belanja.
"Mungkin mood nya sedang tidak baik? Tadi seungkwan bilang sinb berdebat dengan anak kelas sebelah " Ujar Vernon, dahyun mengangkat sebelah alisnya , sedikit berpikir lalu mengangguk.
Saat akan masuk ke mobil dahyun melihat laki-laki yang kemarin membuat nya menjadi sial.
TBC
YOU ARE READING
Lemonade
Short StoryLemonade - Jeremy Passion Minuman yang memiliki rasa asam tapi juga menyegarkan disaat bersamaan. Sama kayak dia Walaupun sikapnya menyebalkan tapi disaat bersamaan terasa menyenangkan
