pertemuan yang tidak di rencanakan

1 0 0
                                        

.....

Hujan turun pelan sore itu, membasahi trotoar kota dengan ritme yang menenangkan. zaveera Xaviera Arsyelle berdiri di depan halte, memeluk buku sketsanya erat-erat. rambut panjang nya sedikit basah, dan ia menghela napas kesal karena payung nya tertinggal di rumah. Hari pertama nya pindah ke kota ini sudah cukup melelahkan dan kini ditambah hujan.

saat ia memutuskan untuk berlari kecil menyeberang jalan, tanpa sadar sebuah motor melintas terlalu dekat. zaveera terpeleset.

namun, sebelum tubuhnya benar-benar jatuh, seseorang menangkap lengannya.

"kamu ngga apa-apa?" suara itu terdengar rendah dan tenang.

zaveera mendongak. di hadapannya berdiri seorang pria tinggi dengan jaket hitam dan tatapan mata yang sulit ditebak. rahangnya tegas, rambutnya sedikit basah karena hujan. Ada sesuatu tentang aura pria itu yang membuatnya gugup.

"i-iya… makasih,"jawabnya pelan.

"aku alvaro kenan baskara,"katanya singkat. "kamu hampir ketabrak."

zaveera mengangguk malu. "zaveera."

nama itu meluncur begitu saja, dan entah mengapa Alvaro mengulanginya dalam hati.

karena hujan semakin deras, mereka berteduh di bawah atap toko kecil. keheningan terasa canggung, hanya diisi suara air yang jatuh. zaveera memainkan ujung bukunya, sementara alvaro sesekali melirik ke arahnya.

"kamu baru di sini?" tanya Alvaro akhirnya.

"iya. baru pindah."

"pantesan. aku ngga pernah lihat kamu sebelumnya."

zaveera tersenyum kecil. itu pertama kalinya sejak ia datang ke kota ini, seseorang berbicara padanya dengan nada ramah.

mereka mulai mengobrol tentang sekolah, tentang hobi, tentang hal-hal kecil yang tak penting tapi terasa hangat. Zaveera baru tahu bahwa Alvaro bukan tipe banyak bicara, tapi saat ia bicara, kata-kata nya terasa tulus. tidak dibuat-buat.

Saat hujan mulai reda, zaveera melihat jam di ponselnya.

"aku harus pergi," katanya.

alvaro mengangguk. "aku antar."

mereka berjalan berdampingan tidak ada yang berbicara tapi keheningan itu terasa nyaman di persimpangan jalan zaveera berhenti.

"sampai sini aja,"katanya.

alvaro mengangguk lagi Lalu tanpa sadar ia berkata, "besok… aku harap bisa ketemu kamu lagi."

zaveera terkejut" tapi kemudian tersenyum "kalau takdirnya begitu."

ia melangkah pergi meninggalkan alvaro yang berdiri mematung untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dadanya terasa hangat oleh sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan.

dan zaveera di balik langkahnya yang ringan tidak sadar bahwa pertemuan singkat itu akan mengubah hidupnya lebih dari yang ia bayangkan.

pertemuan yang tak terduga Stories to obsess over. Discover now