Kyouya duduk di balkon apartemen nya sambil sesekali menyeruput sekaleng kopi hangat di tangan nya dan mengamati pemandangan malam kota yang masih terlihat sibuk, Dengan santai ia meraih smartphone miliknya lalu menyalakan layarnya, saat itu jam di smarthpone nya sudah menunjukan pukul 9 malam.
" hah... sudah jam sembilan huh..." gumam Kyouya.
Kyouya langsung meneguk kopi hangat yang tersisa sebelum kemudian menghela nafas panjang lalu mendongakan kepala menatap langit malam. Sudah hampir 2 bulan semenjak ia di berhentikan sebagai guru setelah hampir satu tahun mengajar di sekolah tempatnya bekerja dulu, semua bermula setelah ia menolak ajakan kepala sekolah untuk makan malam bersama.
"aku tidak bisa diam saja seperti ini... sepertinya aku harus mencari pekerjaan baru huh" ujar Kyouya dengan nada lirih.
kyouya memejamkan matanya sambil menyandarkan punggungnya ke kursi santai, saat itu tiba-tiba saja smartphone miliknya berdering. Kyouya memperhatikan nomor tidak di kenal yang muncul di layar ponsel miliknya sebelum kemudian mengangkat panggilan itu.
"halo dengan siapa ini?" tanya Kyouya sambil mendekatkan smartphone nya ke telinga.
"Hei Kyouya... ini aku Mikumo "
Kyouya terdiam sejenak ketika mendengar suara manis itu sebelum kemudian menghela nafas panjang sambil mengusap wajahnya.
"senior Mikumo..." ucap Kyouya lesu.
"Hei ayolah jangan langsung lesu seperti itu, aku tahu dulu aku sering menjahilimu, aku menelepon mu bukan untuk menjahilimu lagi!"
"ada apa kau menelepon ku malam-malam begini?" tanya Kyouya langsung to the point.
"dasar... kau memang sulit diajak basa-basi, yah kalau begitu aku langsung saja, ku dengar kau sudah tidak mengajar lagi di sekolah tempat mu bekerja sebelumnya itu, apa yang terjadi?"
"aku di berhentikan sepihak setelah menolak ajakan makan malam nona Suzuhara, si kepala sekolah beberapa hari yang lalu" jawab Kyouya blak-blakan.
"HAH!? Hanya karena itu?!"
"ya... dan sekarang aku jadi pengangguran" ucap Kyouya dengan santai.
"wow kau terlihat cukup tenang soal itu huh, apa kau setidak suka itu huh bekerja disana?"
"hah... tidak juga, aku menikmati pekerjaan ku disana tapi memang sejak awal aku sudah memiliki firasat buruk soal nona suzuhara yang saat ini menjabat sebagai kepala sekolah baru" ucap Kyouya dengan nada serius.
"begitu ya... oh ya apakah beberapa hari kedepan kau sibuk?"
"tidak, kenapa?" tanya Kyouya dengan penasaran.
"ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan mu, bisakah kau datang dan menemui ku akhir pekan nanti?"
"akhir pekan huh... kurasa aku bisa menemui mu, kebetulan juga aku tidak bekerja" ucap Kyouya sambil menggaruk kepalanya.
"hehe baguslah kalau begitu, nanti akan ku informasikan lebih lanjut tempat kita akan ketemuan, sudah dulu ya selamat malam"
"baiklah" ucap Kyouya.
Panggilan itu berakhir dan Kyouya membuka SNS nya untuk melihat dimana tempat pertemuan nya dengan senior Mikumo, beberapa menit kemudian sebuah pesan dari senior mikumo masuk ke inbox dan Kyouya segera melihat pesan itu.
"hmm baiklah tempat nya adalah Kagetsu International Academy, Kagetsu bay huh" gumam Kyouya.
Kyouya menatap layar ponselnya cukup lama setelah membaca nama tempat itu.
Nama itu tak asing di telinganya—itu adalah kota pesisir yang berdiri di atas sebuah pulau reklamasi raksasa, sebuah proyek ambisius pemerintah pusat dan investor swasta dari luar negeri. Dikenal sebagai kota masa depan, Kagetsu Bay berkembang pesat dalam kurun waktu singkat dan menjadi pusat industri hiburan, wisata, dan ekonomi yang bersinar di sepanjang garis pantai Jepang.
Gedung-gedung pencakar langit berdiri megah di sepanjang tepi teluk, memantulkan kilau di permukaan laut yang luas. Kota itu tak pernah tidur—siang hari penuh hiruk-pikuk bisnis dan wisatawan, sementara malamnya hidup dalam sorotan lampu panggung, musik, dan gemerlap dunia hiburan.
Kagetsu International Academy berdiri sebagai salah satu pilar prestisius kota ini—sebuah akademi terpadu yang menampung siswa berbakat dari seluruh dunia. Mereka yang diterima bukan hanya unggul dalam akademik, tetapi juga seni, olahraga, teknologi, hingga manajemen hiburan. Akademi ini dikenal sebagai tempat lahirnya banyak figur ternama—aktor, sutradara, atlet, hingga entrepreneur sukses.
Kyouya mematikan smartphone nya lalu dengan santai menghembuskan nafas panjang,
"kalau tidak salah salah satu kantor cabang perusahaan ayah dan kakak ada disana juga, kurasa aku akan mengabari mereka kalau aku akan pergi ke kagetsu bay" gumam Kyouya.
Kyouya memandang kembali langit malam sebelum kemudian bangkit lalu berjalan kedalam untuk tidur.
"mungkinsaja ada sesuatu yang menarik disana" gumam Kyouya sambil melempar kaleng kopidi tangan nya ke tong sampah sebelum kemudian mematikan lampu apartemen nya.
YOU ARE READING
Extraordinary Teacher
General FictionSaionji Kyouya, seorang guru SMA berusia 25 tahun, harus kehilangan pekerjaannya secara sepihak setelah berselisih dengan kepala sekolah-putri pemilik yayasan tempatnya mengajar. Kehilangan arah hidup, Kyouya menghabiskan hari-harinya di apartemen k...
