"Dek! Cepetan lo mau sekolah ga sih! Ini dah telat lho!!" Teriak daren.
"Hmm, ayok" Jawab kya menghampiri.
Mereka pun pergi bersama, sesampainya di sekolah.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Nah dah sampe, untung ga telat" Jawab daren
"Wahh... Gede banget sekolahnya bang, ga nyangka lo keterima disini" Jawab kya dengan seringai tipis.
"Wkwkwk. Lo sih, disuruh satu sekolah malah ga mau" Jawab daren
"Yakan gue ga tau kalau lo masuk ke sekolah elite begini njir." Jawab kya sambil memutar matanya geli
"Hmm. Yaudah, yok! Orang orang udah pada mau masuk kita masih diem disini" Jawab daren sambil berjalan di samping kya.
"Iya,euyy.." Jawab kya berjalan bareng daren.
Saat melewati lapangan sepak bola (lapangan terbuka) banyak cewe-cewe yang menghampiri daren dan kya.
"Kak daren, kak daren, ini aku bawain bekal buat kakak" Jawab salah satu dari cewe-cewe yang mendekat.
Daren hanya mengangguk santai sambil menerima barang yang cewe-cewe itu berikan.
Kya yang berada di samping daren mulai kesal dengan kerumunan. Namun tetap diam di samping daren.
Salah satu dari cewe-cewe itu melirik ke kya dengan sinis.
"Kak daren, dia siapa?" Tanya salah satu dari mereka.
"Oh.. Ini adek gue, dia baru pindah kesini" Jawab daren
Merekapun hanya menatap kya sejenak sebelum kembali fokus pada daren.
Kya hanya diam tak berkutik jelas mulai muak dengan cewe-cewe caper ini.
"Plisss gue pengen ke kelas anjirrr!!" Jawab kya dalam hati dengan kesal.
YOU ARE READING
Alan Dan Kya
Teen FictionKya si murid pindahan yang terpaksa pindah sekolah karna bullying di sekolah lamanya. Kya akhirnya sekolah bareng abangnya, Daren di sekolah bergengsi dan terpandang di kota tersebut, sebelum akhirnya ketemu sama ketos populer si Alan. Alan sama dar...
