Pertemuan pertama

177 21 0
                                        

Rena memarkirkan motornya pada parkiran motor di depan asrama yang akan ia tinggali. Dirinya menghela nafas sambil menatap kearah gedung yang menjulang tinggi di hadapannya itu. Dirinya segera mengangkut tas dan koper miliknya menuju lantai kamarnya.

Dirinya tak mendapatkan kamar pada asrama putri dan terpaksa tinggal di asrama putra, aneh? Tentu namun kampus ini tidak peduli, yang penting Rena sudah memiliki asrama.

Rambut lurus, hitam, dan pendek dengan potongan short wolfcut terlihat lepek akibat terlalu lama menggunakan helm. Wajahnya berkeringat, namun keringatnya berkurang saat ia memasuki gedung yang terdapat beberapa AC di dindingnya.

Rena berdiri di depan sebuah pintu, ya, itu adalah pintu asramanya. Ia mengetuk, "permisi, gw anak baru" ujarnya, ia tahu dia memiliki teman sekamar, seperti yang dibilang pengurus asrama.

Suara gagang pintu yang terbuka terdengar, di hadapannya terlihat seorang pria, setidaknya hampir 10 cm lebih pendek darinya, namun itu wajar karena memang Rena memiliki tinggi di atas rata rata kebanyakan orang yang ada di sana, terutama perempuan.

Pria itu memiliki wajah manis, terlihat polos dan lembut, kulitnya putih bersih, rambutnya panjang dan sedikit kecoklatan, tubuhnya terlihat sedikit berisi dengan pipi yang sedikit chubby, wajahnya masih terlihat cukup muda untuk seorang anak kuliahan.

Pria itu memiliki wajah manis, terlihat polos dan lembut, kulitnya putih bersih, rambutnya panjang dan sedikit kecoklatan, tubuhnya terlihat sedikit berisi dengan pipi yang sedikit chubby, wajahnya masih terlihat cukup muda untuk seorang anak kuli...

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

(Ini ilustrasi haircutnya)

Ia menyipitkan matanya, mencoba memperhatikan wajah Rena sebelum akhirnya ia menggunakan kacamatanya, "Cewe? Kok bisa?"
Kepalanya miring kebingungan.

Rena menghela nafas, ia sudah berharap bahwa teman sekamarnya akan kebingungan. Rena akhirnya menjelaskan apa yang terjadi, "di asrama putri udah ga ada tempat, jadi mereka terpaksa mindahin gw di sini."

Pria itu mendengus, "sialan." Suaranya pelan, namun dapat terdengar jelas pada hening lorong asrama.

Rena menaikan alisnya tersinggung, "maksud?"

Pria itu hanya memutar bola matanya malas dan masuk ke dalam asrama tanpa sepatah kata.

Rena menyadari bahwa pria lucu ini tidak selucu penampilannya. Rena berusaha menghela nafas dan menenangkan diri sambil ia masuk ke dalam asrama.

Rena tak suka dibiarkan diam dalam rasa kebingungan, ia berjalan menuju meja belajar pria tersebut dan bertanya, "Lu belum jelasin maksud dari perkataan lu tadi, dan juga, lu bahkan ga kenalan sama gw."

Rena berdiri di samping meja belajar pria tersebut, menatap kearah dirinya yang sedang sibuk membaca buku.

"Itu bukan apa apa. Dan gw Nathan." Ucapnya, bahkan tidak memalingkan pandangannya dari bukunya.

Rena tak menyangka, pria yang terlihat culun dan pintar ini bahkan tak memiliki etika yang cukup baik. Terlebih lagi, ia bahkan tak tertarik untuk bertanya siapa nama teman sekamarnya yang baru ini?

Nathan? [GxB] [REMAKE]Where stories live. Discover now