1

9.3K 20 0
                                        

Perkenalkan namaku Lisa, Melisa Wulandari, umurku 28tahun, sekarang statusku adalah seorang istri.
Aku belum mempunyai anak, dan itu kesepakan dari ku dan suamiku,
Ah suami ku bernama Aldo Barreto dia adalah seorang laki laki yang bertanggung jawab dan selalu menyayangiku, dia sekarang bekerja sebagai awak kapal di salah satu kapal besar yang tujuannya antar negara, karena itu dia bisa saja pulang sangat lama, bahkan sampai berbulan-bulan.

Kami tinggal berdua di kota A.
Tapi kemudian, kami mendapat kabar bahwa ibu mertuaku, jatuh sakit di kampung.

"Dek, ibu jatuh sakit, rencananya mas mau jenguk, kita berangkat besok ya ke kampung? Kamu bisa kan siapin barangnya sekarang?" Ucap mas Aldo padaku

"Yaampun mas, kamu dapat kabar dari mana?"

"Barusan ayah telpon, aku kira cuman mau tanya kabar, ternyata mau kasih tau kalau keadaan ibu lagi sakit" ucap mas Aldo

"Yaudah aku siapin barang dulu, kamu memang gak ada panggilan kerja di kapal mas?" Ucap ku

"Sekang Sik masih libur dek, gak tau kalau tiba tiba di panggil, tapi kayaknya masih jam libur deh" ucap mas Aldo

" Yaudah mas, aku ke kamar dlu mau siapin barang ya, kopinya sudah aku siapin di atas meja tv"

Mas Aldo mengangguk sambil berjalan ke arah tv, sedangkan aku ke arah kamar dan mempersiapkan barang apa saja yang harus di bawa nyuk kepulangan ke kampung.

~~~~

Paginya....

"Dek, gak ada yang tinggal kan? "Tanya mas Aldo sambil memasukan barang yang di perlukan ke bagasi mobil.

"Sudah mas, nanti mampir ke toko buah dulu ya, mau beli buah untuk ibu" ucap ku

"Toko buah atau toko roti? Soalnya kalau buah, kayaknya lumayan banyak deh d kampung" ucap mas Aldo

"Yaudah ke toko roti aja mas" ucap Lisa.

Setelah selesai membeli roti, kami pun berangkat menuju kampung mas Aldo yang lumayan jauh dari kota, bisa di bilang, lumayan melewati hutan, dan cukup masuk ke dalam, untung saja jalannya sudah di aspal pemerintah jadi memudahkan kami untuk datang walau dengan mobil.

~~~

Setelah sampai di kampung mas Aldo, yang tentu saja salah satu cirinya jaringan sangat sulit untuk di dapatkan. Kami pun turun dari mobil, bisa di lihat, ayah mertua ku yang bernama Marno sudah berdiri di depan teras rumah untuk menyambut kami.

" Siang yah" ucap mas Aldo sambil menyalami ayah mertuaku

Ayah mertua mengangguk
"Siang yah, gimana kabarnya?" Ucap ku basa basi sambil menyalaminya.

"Alhamdulillah, ayah baik gimana perjalanan kalian? Baik?" Ucap ayah mertua

"Baik ya, kami tadi sempat istirahat sebentar, sekarang keadaan ibu gimana yah?" Ucap mas Aldo

"Ibu lagi istirahat di kamar, kemarin sesak sempat pingsan juga" ucap ayah mertua

"Ya Allah, sekarang gimana yah?" Ucap Lisa

"Sudah mendingan, ya sudah kenapa jadi ngomong di luar, ayo masuk" ucap ayah mertua sambil masuk ke dalam rumah.

Kami pun masuk ke dalam rumah, dan duduk di ruang tengah

Rumah mertuaku ini tidak bisa di katakan kecil, tidak juga besar
Rumah mertuaku ini tipe rumah yang memanjang ke belakang, bukan luas ke samping, di kiri dan kanan rumah di buat pagar beton usulan ibu mertua, karena dulu katanya banyak penduduk desa yang bertengkar soal kepemilikan tanah antar tetangga, jadi untuk meminimalisir, ibu menyuruh ayah untuk mencari kuli yang bisa membuat pagar beton setinggi 2.5 meter, cukup tinggi

Nyatanya ini juga menjaga privasi rumah.

Bagian belakang rumah mertuaku adalah hutan kecil, yang mirip seperti kebun terbengkalai, tapi sebenarnya cukup asri dan menyejukkan di siang hari dengan pohon pohon tinggi.

Bagian belakang rumah mertuaku adalah hutan kecil, yang mirip seperti kebun terbengkalai, tapi sebenarnya cukup asri dan menyejukkan di siang hari dengan pohon pohon tinggi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ilustrasi rumah mertuanya
(Di ruang kosong itu, ada 1 ruangan lagi gudang dan di ruang tamu sebelah kamar ada kamar mandi yaa)

"Kalian mau minum apa? Biar ayah buatkan" kata ayah mertua

"Gak perlu ayah, nanti kami ambil dan buat sendiri kalau mau" ucap Lisa

"Iya yah, seperti sama siapa aja, kami bukan tamu di rumah ini" ucap mas Aldo

" Ya sudah, kalau kalian mau makan atau minum langsung ambil aja, tadi ayah ada masak juga, kalau mau di kulkas juga ada minuman dingin, kalau mau istirahat, masuk kamar Aldo aja ya, kamarnya juga bersih, sudah ayah suruh tadi orang buat bersihin" ucap ayah mertua

"Iya yah" ucap mas Aldo

" Kalau gitu ayah ke kamar dulu ya, mau lihat ibu" ucap ayah mertua

Kami mengangguk
Setelah ayah menghilang, kami ke mobil untuk menurunkan barang, rencananya kami akan menginap paling lama seminggu, tapi kalau keadaan ibu lebih cepat membaik, maka kami akan kembali ke kota lebih cepat.

"Mas, kamar mu yang mana?" Ucap Lisa

Karena ada 2 kamar di area dekat ruang tamu, w kamar yang memiliki pintu yang sama dan berhadapan

"Kamar mas di belakang lagi dek, ini kamar ayah sama ibu yg sebelah kiri, sebelah kanannya kosong" ucap mas Aldo

"Loh? Emng ada berapa kamar mas d rumah?" Ucap Lisa

Memng ini hari pertama dia datang ke rumah mertuanya, dulu perna waktu pdkt sama mas Aldo, tapi sampai ruang tamu dan ruang keluarga aja, gak sempat keliling rumah, bahkan ke dapur saja tidak perna.

Setelah menikah mereka langsung tinggal ber 2 di rumah yang mereka beli di kota, yang sekarang jdi rumah mereka sendiri.

"Di sini ada 4 kamar dek, lumayan banyak, karena dulu cita cita ibu sama ayah mau punya anak banyak, bahkan ad ruang kosong di belakang lagi dekat halaman belakang yang sekarang terbengkalai, tapi karena sesudah melahirkan mas, ibu terkena kanker rahim parah, jadi d suruh untuk pengangkatan rahim, akhirnya mas jadi anak satu satunya." Jelas mas Aldo

"Sayang sekali ya mas" ucap Lisa
" Sudah gak papa, sendiri juga enak, dari dulu apa yang mas minta gak perna di bantah, mas juga gak merasa kekurangan" ucap mas Aldo sambil membuka pintu kamarnya.

"Ini kamar mas, sama seperti kamar ibu sama ayah berada di sebelah kiri, mungkin agak bingung dek, mas juga kadang salah masuk kamar ke kamar ayah sama ibu, karena pintunya mirip hahaha" ucap mas Aldo

"Iya mas, nanti aku usahakan ingat, rumah mu ini loh panjang banget ke belakang" ucap Lisa sambil melihat sekitaran rumah

" Nanti kalau kamu mau keliling rumah boleh dek, mas mau tidur dulu ya, ngantuk soalnya" ucap mas Aldo

"Iya mas, nanti aku mau keliling rumah ya" ucap Lisa

Aldo mengangguk dan menghempaskan badannya ke kasur, lalu tidak lama tertidur

Lisa sesudah membereskan pakaian dan di letakkan di lemari, dia beranjak ke kamar mandi untuk mandi

~~~~~

lisaahhTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang