"Sepertinya... Raden Ajeng telah dirasuki oleh iblis."
Raksa, seorang tabib Kaḍatwan dari kalangan rendahan, dia diusir dari istana raja setelah dengan berani menginginkan Raden Ajeng bintari, seorang putri raja. Sepuluh tahun kemudian, ia mendengar...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"aku butuh bantuan mu.....Raksa"
sepuluh tahun telah berlalu sebelum kakiku kembali menginjak lantai istana raja. Tempat terkutuk yang dahulu mengusirku dengan cela dan hina.
"Demi putriku, Bintari. Ia dirasuki iblis." kata-kata itu memenggal nafasku. Lidahku kelu. Seorang putri bermartabat luhur, berjiwa angkuh dan tak tersentuh, dirasuki makhluk laknat? Ia satu-satunya ahli waris Indraloka, sekaligus pujaan hatiku yang sejak awal kutahu hanyalah angan yang terlarang.
Di hadapanku, Bintari terduduk dengan pakaian tidur yang kusut dan lusuh, menyingkap kulitnya yang memerah tak wajar. Rambutnya kusut terurai, wajahnya panas membara. Tubuhnya gemetar hebat. Kedua tangannya terbalut perban yang basah oleh darah.
"aksa, tolong. tolong aku..." Tatapannya kosong, nanar, seperti raga tanpa sukma. Dengan desah tertahan, ia mulai menggeliat. Tangannya meremas dadanya sendiri dengan gerakan liar dan tak tahu malu, jari-jarinya menyusuri bagian paling terlarang dari tubuhnya, seakan dorongan itu bukan berasal dari kehendaknya sendiri, melainkan bisikan keji yang menguasai raganya.
Aku bukan orang bodoh yang menutup mata. Aku tahu, membiarkannya terkurung seorang diri di istana ini selama bertahun-tahun adalah dosa. Dan beginilah akibatnya.
Dengan gerakan cepat, kubuka botol berisi tirta doa, lalu kusiramkan cairan suci itu ke tubuhnya.
"pergilah!!" seruku lantang. "cepat enyah kau dari raganya!"
Entah apa yang terjadi sesudahnya. Pandanganku gelap, tubuhku terhuyung, lalu aku terjatuh. Saat kesadaranku kembali, ada beban di atasku. Bintari berada di atas tubuhku tanpa sehelai benang pun. Kulitnya panas, nafasnya berat, wajahnya merah padam. Matanya menatapku dengan hasrat yang asing, bukan tatapan wanita yang kukenal.
"aksa... tolong aku..." Aku tahu. Ini bukan dirinya. Sukmanya terbelenggu, raganya dikuasai sesuatu yang buas dan tak terkendali. Dan di saat itulah aku menyadari bahwa dirinya dirasuki oleh iblis rendahan-iblis nafsu.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.