Cinta, karena lima huruf itu Itachi harus berhadapan dengan remaja gila bernama Naruto.
Remaja tanggung yang baru menginjak usia delapan belas tahun bulan lalu itu tidak pernah berhenti mengusiknya barang seharipun. Ada saja kelakuannya yang membuat Itachi jengkel dan kesal.
Padahal dulu anak itu begitu manis. Ketika kedua orang tua Naruto harus bepergian, ia akan dititipkan di rumah Itachi. Naruto akan bermain dengan adik lelakinya. Mereka memang bertetangga. Dulu anak itu begitu pemalu dan menggemaskan. Menginjak usia remaja sikapnya menjadi tak tahu malu dan menyebalkan.
Itachi ingat bagaimana semua kegilaan ini dimulai. Kyuubi, rubah betina itu dalang utama dibalik berubahnya sikap Naruto. Kyuubi adalah kakak ipar Naruto sekaligus teman kuliah Itachi. Rubah betina itu yang membuat anak manis seperti Naruto berubah menjadi rubah centil penggoda yang menyebalkan.
Dan sialnya Itachi mulai merasakan ketertarikan pada tetangganya itu.
Tapi dia gengsi mengakuinya.
"Tachiii~"
Nah, itu dia. Rubah centil yang baru saja dibicarakan muncul tanpa diundang. Ia berjalan sambil melompat kecil merasa senang melihat Itachi yang baru pulang dari kantor.
"Berisik. Pulang sana" usir Itachi ketus. Ia sedang tidak ingin meladeni Naruto.
"Tachiiii~ galak eoh. Padahal Naru menunggu Tachiii dari tadi. Aku rindu Tachiii, sudah lama kita tidak bertemu"
Mulut Itachi berdecak sebal. Ia memasang pose galak dengan tangan berkacak dipinggang dan mata menyipit tajam. Jangan lupakan alisnya yang menukik ke bawah disertai kerutan didahi.
"Aku tidak pernah memintamu menungguku, lagi pula bukannya tadi pagi kita bertemu? Aku bahkan terlambat gara-gara kau memaksa diantar ke sekolah. Satu lagi, panggil aku Oniisan, Rubah tengik !"
Ctak.....!!!!
Itachi menghadiahkan sebuah sentilan dikening Naruto. Ia heran kenapa Naruto tidak pernah memanggilnya dengan benar. Padahal kepada orang lain anak itu begitu sopan dan santun. Kenapa hanya padanya saja anak itu bersikap menyebalkan seperti ini?
Naruto tidak mengaduh ataupun mengeluh, ia sudah biasa disentil seperti ini oleh Itachi. Ia hanya tersenyum lebar memperlihatkan giginya dan mengusap dahinya pelan. Naruto menganggap sentilan Itachi adalah sebuah bukti kasih kasayang untuknya.
"Itu kan tadi pagi, rasanya sudah lama sekali. Rindu kan berat, aku tidak kuat menahannya"
Itachi memutar matanya malas. Ia memalingkan wajahnya kearah lain. Otaknya sedang mencari cara agar bisa mengusir Naruto atau paling tidak melarikan diri dari remaja genit ini.
"Tachiii tau tidak dari tadi kepalaku pusing"
"Kau sakit?" tanya Itachi khawatir.
Naruto menggeleng imut.
"Enggak. Kepalaku pusing karena memikirkan kamu, Tachiii"
Naruto meraih lengan kanan Itachi dan bergelayut manja disana. Ia semakin merapatkan badannya dengan Itachi. Ia tidak peduli dengan penolakan Itachi. Kyuubi-nii pernah berkata padanya untuk tidak pernah menyerah mendekati seseorang yang ia cintai.
"Menjauh dariku. Kau ini menempel terus padaku, seperti lintah saja"
"Tega sekali Tachiii, menyamakanku dengan lintah. Tapi ada bagusnya sih, kalau lintah kan menyedot darah, kalau aku menyedot cinta dan perhatian darimu hihihi"
Itachi memasang ekspresi mual. Entah ini gombalan keberapa yang didapatnya hari ini dari Naruto.
"Kau ini membuatku geli dan ngeri. Persis seperti lintah"
Naruto mengerucutkan bibirnya lucu. Ingin protes tapi melihat wajah tampan Itachi dari dekat membuatnya kembali terpesona. Kakak (sebenarnya lebih cocok om) tampan yang tinggal disebelah rumahnya ini sudah mencuri hatinya sejak lama. Dulu ia hanya bisa memendam perasaannya dan mengamati Itachi dari jauh, setelah mendapat suntikan semangat dari kakak iparnya, Naruto akhirnya punya keberanian menunjukan rasa sukanya. Ia bahkan terkesan agresif jika berhadapan dengan Itachi.
"Tachi, kok ada sesuatu diwajahmu" kata Naruto sambil menunjuk wajah tampan Itachi yang tertekuk.
"Apa? Dimana?" Itachi menggesek wajahnya menggunakan lengan kemeja miliknya.
"Bukan disitu, biar Naru bersihkan"
Itachi kira Naruto akan membantunya membersihkan kotoran diwajahnya. Ternyata anak itu berbohong dan justru mendaratkan bibirnya dipipi Itachi.
Cup
"Aku sayang Tachi, terima kasih ciuman selamat malamnya. Aku akan tidur nyenyak malam ini hihihi"
Itachi tercengang, sedetik kemudian ketika ia tersadar bahwa dirinya baru saja dibodohi oleh Naruto, Itachi berteriak kesal dan berseru keras.
"Rubah tengik awas kau!!!!!!"
Sementara itu Naruto yang sudah berlari menghindari amukan Itachi tersenyum bahagia karena berhasil mencuri sebuah ciuman dari lelaki yang dicintainya.
....
Lucuuuuu gak siiiiiiiiiii. Si Naruto jadi COGIL disini tuh. Dia mencintai Itachi secara ugal - ugalan 🤭🤭 tapi Itachinya gengsian wakakakka
Jadi ini lanjut apa cuman oneshot nih bestie 🤭🤭
YOU ARE READING
Kasmaran
FanfictionCinta, karena lima huruf itu Itachi harus berhadapan dengan remaja gila bernama Naruto.
