Happy Reading...
...
Jeongin baru menginjakkan kakinya di Seoul. Udara sore yang hangat dan lembut menyapu wajahnya, membawa aroma kota yang familiar tapi tetap terasa asing setelah sekian lama berada di Australia. Rumah lama Jeongin sudah dijual, dan kakaknya memilih untuk membeli rumah baru yang lebih besar, jauh dari lokasi lama.
Di rumah mewah yang baru ini, Kehidupan mereka kini lebih ramai, penuh tawa dan hiruk-pikuk orang dewasa, berbeda jauh dari kesepian rumah lama. Jeongin melangkah santai ke Sungai Han sambil menikmati sore dan sepotong roti di mulutnya. Angin sore berhembus lembut, membawa rasa damai yang jarang ia rasakan.
Tiba-tiba HP Jeongin berdering. Layar menampilkan nama Bangchan dan Olivia. Ia mengangkat video call itu, wajah keduanya muncul di layar.
“Hey I.N! Aku juga akan ke Korea!” seru Bangchan dengan semangat.
Jeongin tersenyum, “Apa? Serius, Bangchan?”
Olivia ikut nimbrung, mata berbinar, “Kalian akan ketemu lagi! Aduh, aku pengen ikut ke Korea juga… Bangchan, please jaga bayi I.N di sana nanti!”
Bangchan tertawa, “Don’t worry, little fox. Dia baik-baik saja kalau aku ada di sana.”
Jeongin menahan tawa, ikut tersenyum mendengar candaan mereka. Kedua temannya itu selalu bisa membuatnya merasa ringan, seakan semua masalah di dunia bisa hilang sesaat. Lalu Olivia tiba-tiba bertanya,
“I.N, apa bahasa Korea itu susah banget?” Bangchan menimpali,
“Yeah, kalau aku kerja di Korea, aku harus ngerti budaya dan bahasa mereka, kan.” Jeongin menjawab sambil tersenyum,
“Gampang kok, Bangchan. Hanya tulisan Hangeul sedikit tricky, tapi nanti kalian pasti bisa.” Tanpa diduga, Olivia menirukan,
“Annyeong haseyo!” Bangchan dan Jeongin langsung meledak ketawa.
“Seriously, Olivia?” ejek Jeongin sambil menahan tawa.
“Come on, I tried!” jawab Olivia sambil tertawa malu. Mereka bertiga menghabiskan waktu dengan bercanda, tertawa, dan berbagi cerita.
Jeongin menutup pintu mobilnya dan menatap rumah mewah itu sejenak. Lampu-lampu rumah menyala, namun suara langkah kaki atau tawa tidak terdengar. Ia menarik napas panjang sebelum mengangkat suaranya.
“Aku pulang!” teriak Jeongin namun hanya terdengar gema di ruang tamu. Tidak ada jawaban.
Dengan langkah ringan tapi sedikit penasaran, ia melangkah ke dapur. Hanya Yeosang yang berada di sana, sibuk menyiapkan sesuatu di kompor. Wajah Yeosang berseri begitu melihat Jeongin.
“Kak Yeo…” Jeongin mulai, ragu sedikit. “Kakak yang lain mana?”
Yeosang menoleh, tersenyum hangat, lalu melangkah mendekat dan menarik lengan Jeongin dengan lembut, membimbingnya ke kursi.
“Oh, kamu sudah pulang. Changbin belum pulang, Felix lagi ada urusan di luar, dan Jongho… masih sibuk di JYP.” Jeongin menatap Yeosang dengan alis sedikit mengernyit.
“Kak Jongho? Bukannya agensi kak Jongho bukan JYP? Ngapain dia ke agensi orang?” Yeosang mengangkat bahu sambil melanjutkan memasak.
“Katanya salah satu penulis musik JYP, Hwang Hyunjin, sedang membeli sample lagu Jongho. Jadi, ya… katanya begitu.” Jeongin diam. Nama itu membuat dadanya berdebar, kenangan lama tiba-tiba menyerbu pikirannya.
Hyunjin sahabat kecilnya, teman mainnya di masa SMP, dan seseorang yang pernah membuat hati Jeongin berdebar tanpa alasan jelas. Ia mengingat Hyunjin yang suka menggendongnya pulang dan pergi sekolah, latihan bareng, makan roti bersama, dan bagaimana Jeongin selalu manja padanya. Satu senyum kecil Hyunjin bisa membuat hari Jeongin terasa lebih ringan.
YOU ARE READING
Quiet Betrayal
RomanceJeongin dan Hyunjin kembali bertemu, tapi kehidupan mereka kini berbeda. Rahasia, rasa sakit lama, dan menguji perasaan mereka. Sebelum membaca Book 2, pastikan sudah selesai Book 1. warning! Bxb bl HyunJeong ChanMin MinSung JeongSang ChangLix...
