{ ------- }
*
*
*
14 November 2024 [22.23]
TAP!-TAP!-TAP!-TAP!
"hah...hah.." terengah terdengar sangat terburu melawan angin dingin yang menusuk masuk ke dalam hidungnya Hasan.
Suara nafas-nya terus memburu dengan langkah kakinya yang cepat, berlari dari balik pohon ke pohon Hutan yang Gelap. Hasan Queenx- takut setangah mati saat berlari dari seseorang yang mengejarnya.Gimana engga takut coba, tiba-tiba ia diburu dengan seseorang yang ia anggap teman sendiri.
Hasan akhinya bersembunyi di salah satu balik pohon yang lumayan besar dan tertutup dengan banyak semak yang rindang. Dia bersandar di batang pohon dengan nafas yang terengah dan keringat yang bercucuran dari kepala. Kaos putih-nya nya aja udah basah dengan keringat saat berlari lari.
"HASAN~! DIMANA KAMU?!" Teriak seseorang dengan seringai di bibirnya.
Mata Hasan membesar, dengan sigap ia langsung menutup mulutnya dengan tanganya yang gemetar. Persetan jika paru-paru nya terasa tertusuk saat ia akan mengatur helaan nafas-nya. Isi otak dia hanya berdoa ia tidak akan ketahuan.
"Kumohon..please..tenang.." Lirihnya yang sangat gemetar.
Jantung yang terus berdetak keras membuat Hasan makin sangat Khawatir. Suara langkah demi langkah tiba-tiba terdengar mendekat dari balik pohon, Hasan langsung menegang dengan tubuh yang semakin gemetar tak Karuan.
"Please.." Dia berdoa.
Tap---Tap---Tap---Tap
ngga..okay, ngga ada tanda apapun. Hasan langsung melepaskan tanganya dari mulutnya sendiri, akhirnya ia bisa menarik nafas dengan sangat tergesa-gesa.
"Sial..Syukurla---"
JLEEBB!!
"akhhh--!" Histeris Hasan yang kesakitan.
Banyak Darah yang muncrat ke balik batang pohon dan menempel di kulit-kulitnya. Hasan langsung ambruk bersandar ke batang pohon yang penuh darah itu. Kaos putihnya yang tadi penuh keringat sekarang sudah di nodai dengan Darah kemerahan yang sangat segar keluar. Benda runcing itu menusuk ke bagian Perut Hasan.
Hasan menatap ke arah Seseorang yang menusuk itu. matanya sudah mulai kabur dengan nafas yang sangat tersakiti. Seseorang di depan Hasan menyeringai dengan sangat licik, benda runcing di tangannya kembali menusuk ke arah dada Hasan.
"akkhh--!"
Jleebb! Sreekk! Jleeb!!
***
15 November 2025 [03.17]
"Ditemukan Korban atas nama Hasan anak kelas 12-D terkapar mati bersandar di salah satu pohon di tengah hutan." Ujar salah satu petugas TKP yang mencatat dan memfoto TKP.
Seorang lelaki dengan rambut model Relaxed Quiff, wajah tegas yang mulus tampa ada bekas jenggot di dagu-nya. Regan Vernata- Penyidik kepolisian Jakarta Pusat, Dia mengangguk dengan penjelasan salah satu anak buahnya.
"Kondisi Korban?" tanya Regan melihat ke arah mayat Hasan.
"Korban ditusuk di bagian Perut bawah dan Dada bagian kanan. Luka tusukan dikira 3-5 kali di bagian Dada." ucap salah Petugas TKP.
Zaki Sarandra Farendra- OSIS kelas 10, menggigit bibirnya dengan sangat keras. Tangannya terus mengacak rambutnya dengan sangat kasar, membuat helaian per helai menjadi sangat kusut.
KAMU SEDANG MEMBACA
OSIS GANGS!
Nonfiksi--------------------- "Kumohon..please..tenang.." Lirihnya yang sangat gemetar. Jantung yang terus berdetak keras membuat Hasan makin sangat Khawatir. Suara langkah demi langkah tiba-tiba terdengar mendekat dari balik pohon, Hasan langsung menegang...
