PROLOG

26 3 0
                                        

     Kavita memandangi sekolah yang sudah lama ia impikan. Tak pernah mengira kakinya akan berpijak disini. Kerja kerasnya selama ini tidak sia-sia, buktinya ia mendapatkan beasiswa itu.

Di kampung, anak itu memang terkenal dengan kecerdasannya sedari kecil. Ia diduga sebagai bentuk keberkahan dari kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan Hari dan Maira.

Faktanya, Maira menemukan bayi kecil itu di sungai dekat rumahnya. Hal itu terjadi ketika satu bulan ia dinyatakan tak bisa mengandung.

Pasangan itu menyambut kehadiran Kavita dengan hangat dan merawatnya dengan kasih sayang. Hingga ia tumbuh menjadi gadis yang cantik, pintar, cerdas dan mampu menaikkan derajat keduanya.

Kini usianya enam belas tahun. Dengan kerja kerasnya, ia mendapat beasiswa dari salah satu sekolah swasta di kota. Tentu Hari dan Maira sangat senang, mereka mendukung Kavita untuk mengambil beasiswa itu.

Dengan berbekal uang yang tidak banyak tetapi cukup. Mereka bertiga pergi ke kota. Hari meninggalkan pekerjaannya di kampung dan mencari yang baru di kota.

Syukurnya kurang dari satu bulan ia sudah mendapatkannya, meski hanya kerja kuli bangunan. Sedangkan Maira mengurus pekerjaan rumah.

Melihat kerja keras kedua orang tuanya. Kavita berjanji, suatu saat nanti ia akan sukses dan membalas kebaikan ibu dan ayahnya.

Kembali ke situasi saat ini.

Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru. Karena terlalu semangat, Kavita datang cukup pagi. Sekolah masih sangat sepi.

Langkahnya pelan, memperhatikan tiap sudut sekolah. Di lapangannya, Kavita sudah bisa melihat ada beberapa pengurus OSIS yang sedang mempersiapkan sesuatu untuk masa pengenalan lingkungan sekolah.

Sejujurnya Kavita lumayan tertarik dengan organisasi itu. Ia masih labil, haruskah ia bergabung atau tidak?

Kavita kembali meluruskan pandangannya. Di depan sana seseorang tampak buru-buru hingga suatu benda miliknya jatuh. Sebuah gantungan tas berbentuk bintang.

Kavita mengambil benda itu, ia mengejar orang itu hingga dapat. Mendapatkan benda itu kembali, orang itu sangat berterimakasih kepada Kavita, sepertinya benda itu cukup berharga untuknya. Kavita mengangguk, sekilas ia melihat nametag orang yang sepertinya kakak kelas itu. Kenapa...nama belakangnya mirip dengan nama belakang Kavita?


nama belakangnya mirip dengan nama belakang Kavita?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

© sweetiezoeyy

Menanti sang MentariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang