prolog

12 1 0
                                        

Siang itu, tepat di atap sekolah terlihat seorang gadis tengah menikmati bekal makan siangnya dengan khidmat sambil di temani seekor kucing yang tampak enteng tidur di sampingnya

(Name) nama gadis itu, seorang gadis biasa yang tidak mengetahui siapa orang tua nya, sedari kecil dia sudah di asuh oleh sepasang paruh baya yang tinggal di kaki gunung

Kehidupannya selama 17 tahun ini terasa biasa saja, terkadang ada moment bahagia dimana dirinya masih bisa melihat pasangan paruh baya itu tersenyum lembut ke arahnya

Dia selalu bersyukur, meski tidak mengetahui siapa yang melahirkannya, tuhan masih memberi nya kesempatan untuk hidup dan merasakan kehangatan pelukan keluarga

Saat sedang asik termenung sambil menikmati semilar angin sepoi-sepoi yang berhembus, seseorang tiba-tiba datang yang mengejutkannya

"Dor!"

(Name) Terlonjak kaget, tapi tidak berteriak. Dia mengusap dadanya sambil menghela nafas

"Eak kaget ya?"

"Kebiasaan! Pengen banget ya temannya kena serangan jantung?"

"hehe, jangan dong.. ntar temen gua maling jambu sekolah siapa?"

"nah itu takut, tapi masih aja hobi ngagetin orang"

Orang itu hanya menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal sambil nyengir kuda, dia mengambil tempat di samping (name), merebut sepotong onigiri dari bekal sang gadis

"Onigiri gua woi! Main comot aja lu"

"Minta satu doang, pelit amat dah"

(Name) menggeleng pelan, dalam lubuk hati terdalamnya terdapat rasa ingin menjambak orang ini, tapi terhalang rasa kasihan takut nanti malah masuk rumah sakit

"eh (name) lu udah denger kabar ini belom?"

"apa?"

"Katanya, anak yang hilang selama 17 tahun itu udah ketemu, trus mereka bakal jemput dia secara langsung"

"mang eak? Peduli apa gue"

(Name) Tampak tak peduli, ia terus melanjutkan acara makan siangnya

Tinunit
Tinunit
Tinuninuninunit

"Eh udah bel baru aja duduk, yuk kelas bareng, kalian pelajaran apa?"

"mtk"

"behh kata gua sih ya, mending turu aja disini, males banget kalo udah mtk"

"gak dulu skip, gua cinta mati sama mtk"

"orang aneh!"

Mereka berdua pun berjalan bersama menuju kelas masing-masing, sambil sesekali bercanda agar perjalanan tidak terlalu sunyi

(⁠*⁠'⁠ω⁠`⁠*⁠)

Jam sudah menunjukkan pukul 16.45 yang berarti waktunya pulang sekolah, terlihat (name) masih sibuk berkutat dengan lembar kertas di mejanya, tidak menghiraukan beberapa temannya yang sudah mulai meninggalkan kelas satu-persatu

"(Name)~ pulang bareng yukk"

Pria dengan surai hitam dan sedikit oranye muncul di balik pintu, dia melirik ke arah temannya yang terlihat sibuk dengan selembar kertas di mejanya

Langkah panjangnya berjalan mendekati sang gadis

"Oi, lagi nulis apaan sih? Surat wasiat?"

Welcomback! Imoito-chanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang