1. Perjodohan

222 76 52
                                        

Welcome
Happy reading
.
.
.

Di taman sebuah kampus Aletha duduk sembari membaca sebuah buku novel.

Aletha Tania Sudirja—seorang Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Mandala. Aletha dari keluarga Sudirja—putri tunggal Devano Sudirja dan Farah Arini. Usia Aletha 20 tahun. Aletha seorang gadis yang cantik, pintar, dan cukup populer.

Saat Aletha sedang duduk santai seraya membaca buku novelnya, tiba-tiba saja ada seseorang yang menepuk bahunya. "Aletha, kok malah duduk santai di sini sih. Buruan kita masuk ke kelas nanti keduluan Pak Rudi masuk. Dia itu kan cukup killer, kalau terlambat beberapa menit saja langsung dikeluarin dari kelas." Ternyata itu sahabat Aletha—Vanessa Adiasta.

Vanessa Adiasta—sahabat Aletha dari awal kuliah sampai sekarang. Vanessa seumuran dengannya, hanya beda beberapa bulan lebih tua dari Aletha.

"Iya-iya, bentar lagi hampir selesai!" sahut Aletha seraya membalik halaman bukunya.

"Cepat Aletha! Aku nggak mau nanti kena marah Pak Rudi!" desak Vanessa terus menggoyangkan bahu Aletha.

"Huuh, yaudah ayo kita masuk kelas!" Aletha menghela napas panjang dan membereskan bukunya—mereka lalu berjalan menuju kelas.

Setelah mereka sampai di kelas, tak lama kemudian seorang dosen laki-laki pun masuk. Bukan Pak Rudi yang masuk melainkan dosen lain, jadi Aletha dan Vanessa dengan santainya duduk di dekat jendela.

"Selamat pagi semuanya! Berhubung Pak Rudi hari ini tiba-tiba saja ada urusan yang sangat mendesak, beliau tidak dapat menghadiri kelas, dan kelas akan digantikan oleh Bu Sisil. Saya disini sebentar saja untuk memberitahukan sebuah pengumuman dari Pak Rudi."

"Jadi kalian ada tugas untuk mencari tanaman herbal terbaik di hutan. Tugas ini bertujuan untuk melestarikan dan membudidayakan tanaman herbal yang ada dihutan." Kemudian dosen melanjutkan, "Kalian akan ditugaskan berkemah di hutan selama 2 hari untuk mencari tanaman herbal. Kalian juga akan dibagi kolompok, satu kelompok berjumlah 5 orang, dan kalian bebas memilih kelompok sendiri."

"Baik pak!" jawab semua serentak.

"Pak, apakah ada hadiah untuk tugas ini?" tanya salah seorang laki-laki teman sekelas Aletha berdiri mengangkat tangannya.

"Ada. Kalian jangan khawatir, 3 kelompok dengan tanaman herbal terbaik, hadiahnya akan diberi 25 juta." Mendengar ucapan dosen tersebut Mahasiswa langsung merasa antusias melakukan tugasnya.

"Sudah-sudah, kalian pilih saja dulu kelompoknya lalu lapor ke ruang dosen. Ingat ya tugas ini bukan hanya kelas kalian saja, satu fakultas juga ikut. Good luck!" Kemudian dosen itu pun berjalan keluar.

Setelah dosen keluar, para mahasiswa mulai riuh di kelas mencari kelompok.

"Aletha kita sekolompok sama siapa?" tanya Vanessa yang sedang bingung melihat semua orang tengah sibuk mencari kelompok mereka masing-masing.

"Kalian bareng kita aja," ucap seorang gadis berambut pendek bernama Mita—berjalan menghampiri meja Aletha dan Vaneassa dengan dua orang gadis lainnya.

"Iya kalian ikut kita aja lagian kita masih kurang dua orang kok," imbuh gadis berambut panjang dan sangat cantik, ia memakai aksesoris yang sangat mewah—namanya Olivia.

"Bagaimana Vanessa Aletha mau ikut kelompok kita tidak?" tanya gadis dengan kacamata dan rambut pendek sebahu—itu Rena.

"Aku sih terserah Aletha aja," jawab Vanessa sambil melirik Aletha.

"Oke, tapi aku minta izin kedua orangtuaku dulu ya."

"Baiklah berarti di kolompok kita ada aku, Olivia, Rena, Venessa dan Aleha ya. Ih aku gak sabar banget pengen pergi ke hutan!" seru Mita yang sangat bersemangat. Yang lain hanya terkekeh melihat Mita yang begitu bersemangat.

Forced Matchmaking [On Going]Onde histórias criam vida. Descubra agora