semoga kalian suka dengan ceritaku
BISMILLAH
****
apa benar rumah itu tempat pulang dan tempat ternyaman? lalu bagaimana dengan kita yg selalu diperlakukan dengan tidak baik oleh kedua orang tua kami?
aku dan adik kembarku, kita betah diluar dibanding rumah, bahkan yg kami anggap rumah bukan rumah pertama, melainkan wartas dan anak futsal.
"kalian itu harus menjadi anak yg berguna! jangan malu maluin papi dan mami!"
"knp kalian bodoh bgt sih?! cuma jadi juara kelas aja kalian ga bisa!"
"anak sialan, buat malu saja bisanya, kalian berdua saya hukum, ga ada yg keluar kamar sampai besok!"
"t-terus kita m-makannya g-gimn pi, mi"
"terserah kalian! dasar anak tidak tahu malu! bodoh kalian"
itu lah yang selalu berputar diisi kepala mereka berdua, kapan kata kata itu selesai dan berhenti? mereka tidak tahu, mereka suka sering datang ke psikolog yg setia mengobati mereka hingga saat ini.
kini mereka sedang berada diwartas, hanya berdua, karna yg lain katanya ingin pulang dulu untuk mengganti baju. apa mereka tidak mengganti baju juga? tidak. mereka tidak mengganti baju.
menurut mereka, jika mereka memasuki rumah saja, pasti akan disambut dengan marahan cacian makian dan... mungkin pukulan.
karna tadi disekolah ada ujian dadakan dan nilai mereka hanya 95, sudah dipastikan mereka akan mendapatkan hadiah. hadiah menyakitkan hinaan mksdnya, hahaha
"kalian ga pulang dulu? mau makan apa? biar bibi masakin, hari ini gratis buat kalian sama temen kalian yg lain" tanya bi ina -pemilik wartas -waring teras
"seriusan bi? kalo gitu ano mau mie aja, kalo lu mau apa jan?" tanya seano
"samain aja bi" jawabnya sama tersenyum ramah.
"oke bibu masakin nasi goreng dulu ya" ucap bi ina
"loh bi, perasaan tadi kita minta mi, knp ke nasi goreng?" tanya
"kan tadi pagi kalian udah makan mie, masa mau makan mie lagi? makan nasi ya, atau mau yg lain?" tanyanya sekali lagi
"ydh deh bi, itu aja" ujar januar sambil tersenyum ramah
beberapa menit kemudian, nasi goreng mereka datang dengan porsi yg lumayan banyak.
"bi ini seriusan buat kita?" tanya seano sekali lagi
"iya udah makan aja, bibi ikhlas kok" -bi ina
saat sudah setengah makan, tiba tiba ada 3 orang masuk sambil tersenyum lebae keatah mereka.
"makan sendirian aja anjir, gua sumpahin keselek serpihan meteor lu"
"apaan sih raz, ngaco lu" jawab seano
"woy, tadi aing nempo mangga pak rt, mani lebeut pisan euy, hayulah nyokot, ngke bi ina bagian nyien sambelna" seru haikal saat baru masuk bersama dengan jeman
"hooh ih, hayulah gas, raz sia anu manjatnya" ujar jeman
"ih gelo siah, aing geus kasep kiyeu titah manja tatangkalan kos kitu, mbung ah, dikira pangeran nyangkut deui" tolak razi sambil menyantap nasi goreng januar.
"makan punya gua aja anj, gausah punya januar" kesal seano, karna tanpa izin razi memakan makanan januar, seano khawatir jika nanti sang adik tidak kenyang.
ESTÁS LEYENDO
sikembar dengan segala lukanya
Novela Juvenilseano mahendra dirgantara dan januar mahendra dirgantara adalah anak kembar yg selalu diperlakukan tidak baik oleh kedua orang tuanya, mereka yg mati matian untuk menjadi juara kelas selalu dipandang sebelah mata oleh kedua orang tuanya.
