Jl. Jendral Sudirman

15 1 0
                                        

hallo ini cerita baruuuu, semoga kalian suka yaaaaa maaf kalau nggak sebagus cerita lain yang penting kita enjoy aja dulu....

semoga kalian semua suka yaaaa, jangan lupa vote, dan komen ya karena vote dan komen kalian itu penting buat akuu...🌹🌹

🌹🌹

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

.
.
.

"bunga Calla lily ini selalu indah ya"

Aurela yang berjalan di trotoar jalan jendral Sudirman, Aurela baru jasa membeli beberapa bunga salah satunya bunga favoritnya yaitu bunga Calla lily, bunya yang ber beda dari bunga lily lainnya.

Aurela yang berjalan dengan anggun sembari ngelus kelopak bunga Calla lily, namun dengan cepat ada dua pria yang mengendarai satu sepeda motor, pria yang duduk di belakang menarik tas Selempang Aurela yang berisi dompet, handphone, dan KTP serta kartu kredit.

"aaaa sialan jambrett!!" teriak Aurela yang mencengkram erat bunga Calla Lily itu

ingin mengejar pun Aurela tidak bisa karena Aurela sendiri jalan kaki jelas dari segi kecepatan berbeda, Aurela hampir saja pasrah dan siap untuk membuat KTP baru serta memblokir kartu kredit nya

"huftt, jambret sialan kenapa gue coba yang di jambret!" gerutu Aurela yang kesal dengan hal itu

"mana kaki gue sakit lagi gue sumpahin gak berkah makanan Lo"

Aurela yang cemberut di bangku dekat trotoar itu dengan pergelangan kaki yang terluka. tiba tiba ada cowok yang memakai helm full face, dan jaket hitam itu memberikan tas Aurela

Aurela terkejut, selain itu juga cowok itu membawa obat merah dan plester untuk mengobati luka Aurela agar tidak infeksi, Aurela terkejut tiba tiba cowok itu berjongkok dan menyentuh kaki Aurela yang terluka, Aurela pun merintih kesakitan

"uwsss sakitt... bisa pelan pelan nggak sih?"

"kalau nggak niat nolongin nggak usah nolongin"

cowok itu hanya diam tak menggubris Omelan Aurela, cowok itu mengobati luka Aurela dengan lembut di bagian bagian inci kulit Aurela. Aurela pun merasakan kakinya tak begitu sakit dan cowok itu pun pergi sebelum Aurela mengucapkan terimakasih namun saat cowok itu pergi sapu tangan berwarna maron ada di hadapan Aurela.

"ini..."Aurela yang mengambil saputangan itu dan membuka lipatan lipatan saputangan tersebut dengan teliti

saputangan itu seperti costum atau kemana di buat khusus karena ada inisial "M " dengan sulaman sebuah kapak yang menjadi salah satu contoh bahwa saputangan itu memang identik, "apa ini punya cowok itu ya?" Aurela yang bertanya tanya pada dirinya sendiri

Moezarela Where stories live. Discover now