Suasana backstage Music Bank hari ini sangat ramai. Setelah penampilan yang energik, Sunoo ENHYPEN sedang berjalan santai menyusuri koridor sempit sambil meminum air mineral, pikirannya sudah dipenuhi aegyo apa yang akan ia tunjukkan di fancall berikutnya.
Tiba-tiba, ia merasakan koridor seolah-olah gelap. Bukan gelap karena lampu mati, tapi karena... ada sesuatu yang sangat besar dan tinggi bergerak ke arahnya.
Sunoo mendongak. Lehernya seolah tertarik sejauh satu kilometer.
Di depannya, bergerak dengan langkah lebar dan aura visual yang menjulang tinggi, adalah Kim Mingyu dari SEVENTEEN. Mingyu sedang berbicara dengan manajernya, tawanya yang dalam dan bersemangat bergema.
Bagi Sunoo, yang tingginya 177 cm, Mingyu yang tingginya 187 cm itu bukan hanya tinggi, tapi raksasa. Apalagi dengan bahunya yang lebar dan proporsi tubuhnya yang nyaris sempurna, Mingyu seolah memenuhi seluruh koridor.
Sunoo refleks tersentak, sedikit terhuyung mundur hingga punggungnya menempel ke dinding, mata rubahnya membulat sempurna. Ia bahkan sempat menahan napas. Itu bukan karena ia takut, tapi karena...
"Wah," bisik Sunoo nyaris tak terdengar, "dia seperti pintu kulkas berjalan."
Mingyu yang baru saja selesai tertawa, kebetulan menoleh ke arahnya. Ia melihat si kecil Sunoo yang sedang menempel ke dinding dengan wajah kaget. Mingyu langsung menghentikan langkahnya.
"Oh! Halo, Sunoo-ya!" sapa Mingyu dengan senyum lebar dan suara baritone yang hangat. Itu membuat bahu raksasanya terlihat makin... besar. "Selamat atas penampilan kalian!"
Sunoo masih agak blank. Ia mencoba memproses bahwa pria sebesar ini baru saja menyebut namanya dengan suara sehangat cokelat panas.
"A-ah... S-sunbaenim..." Sunoo membungkuk dengan canggung, mencoba untuk tidak terlihat seperti anak SD yang baru bertemu seniornya yang sudah kuliah. "Te-terima kasih banyak!"
Mingyu, melihat betapa Sunoo terlihat seperti anak kucing yang terkejut, tertawa kecil. Ia melangkah mendekat, dan Sunoo, tanpa sadar, menekan dirinya makin erat ke dinding.
"Maaf, apa aku menakutimu?" tanya Mingyu, suaranya kini sedikit lebih lembut. Ia lalu menurunkan sedikit badannya, mencoba mensejajarkan tatapannya dengan Sunoo. "Aku tahu aku sedikit... huge."
Sunoo menggeleng cepat, wajahnya mulai memerah.
"Ti-tidak! Bukan menakutkan," kata Sunoo, lalu ia tanpa sengaja mengatakan apa yang ada di pikirannya, "Hanya... Sunbaenim terlihat seperti superhero di film-film yang bisa mengangkat mobil sendirian. Sungguh menakjubkan."
Mingyu terdiam sesaat, lalu ia meledak dalam tawa yang lebih keras. Ia harus menutupi mulutnya agar tidak terlalu berisik di koridor.
"Superhero ya? Kalau begitu, kamu bisa jadi sidekick imutku," goda Mingyu, matanya berbinar. Ia lalu mengulurkan tangan kanannya. Tangannya itu, di mata Sunoo, terlihat sebesar piring makan. "Aku Mingyu. Aku tahu kamu Sunoo, tapi senang bertemu denganmu."
Sunoo memberanikan diri. Ia menjulurkan tangan mungilnya dan menyambut jabatan tangan Mingyu. Tangannya langsung tenggelam dalam genggaman hangat Mingyu yang lebar.
Saat itu, Sunoo tahu. Itu adalah romantisme baru yang aneh. Romantisme yang dimulai dari terkejut melihat ukuran, dan diakhiri dengan rasa hangat yang nyaman.
"Aku... aku Kim Sunoo. Senang bertemu denganmu juga, Sunbaenim," balas Sunoo, memberikan senyum killer-nya.
Mingyu menahan napas. "Oh. Senyummu... dangerous. Aku harus segera pergi sebelum aku lupa jalanku kembali ke ruang tunggu."
Mingyu pun melepaskan tangan Sunoo, memberinya lambaian singkat, dan melanjutkan perjalanannya, lagi-lagi membuat koridor terasa penuh.
Sunoo memperhatikan Mingyu sampai ia menghilang di tikungan. Ia menyentuh tangannya yang baru saja digenggam.
"Pintu kulkas berjalan yang sangat baik," gumam Sunoo sambil tersenyum malu-malu, lalu ia melanjutkan perjalanannya, kali ini dengan hati yang sedikit lebih berdebar.
🦊🐻
YOU ARE READING
(End) Raksasa, Rubah Kecil Dan Kucing Palsu
FanfictionDi koridor backstage Music Bank, Sunoo ENHYPEN (si rubah kecil) sedang berjalan santai sebelum dikejutkan oleh 'makhluk' besar yang datang menghampirinya. Makhluk itu adalah Mingyu SEVENTEEN (si raksasa visual), yang bahunya lebar dan tingginya menj...
