Ketak...
Ketik...
Ketak...
Ketik...
Di malam yang terasa dingin oleh angin yang berhembus melalui pendingin udara, tanganku sibuk mengetik sebuah naskah novelku yang telah lama tamat.
Sebuah novel yang menceritakan perjalanan anak-anak muda yang mencari cinta sejati dan menjadi Pahlawan Besar di Dunia yang hampir hancur oleh invasi monster dari Dunia lain.
Beep...
Beep...
Beep...
Tanganku terus mengetik bersama dengan alunan suara yang berasal dari alat kesehatan yang menempel di tubuhku. Di usia yang sudah tua ini, aku seharusnya tidak memaksakan diri untuk menulis naskah cerita novelku yang telah lama tamat.
Aku hanya ingin menikmati hari tuaku dengan tenang sebagai seorang nenek yang dulunya aktif menulis cerita novel yang bertemakan Fantasi dan Romance. Sebuah genre yang hanya disukai oleh anak-anak muda karena ceritanya yang ringan dan mudah dipahami.
Sejujurnya, aku menulis ini hanya karena diriku merasa bersalah kepada gadis-gadis Villainess yang telah aku gunakan sebagai tumbal dalam skenario percintaan karakter utama.
Rasa bersalah itu semakin menumpuk di saat diriku sadar bahwa gadis-gadis Villainess ini terlalu muda untuk mati dan hanya digunakan untuk mendekatkan sang karakter utama dengan gadis-gadis Heroine.
Ketak...
Ketik...
Ketak...
Ketik...
Aku tahu ini sudah terlambat untuk melakukannya, namun aku harus menulis sebuah cerita alternatif yang membuat gadis-gadis Villainess ini berhasil hidup tanpa menjadi seorang Villainess.
Hari yang semakin larut malam membuat tanganku terasa lemas dan detak jantungku terasa sakit.
Tanganku terus bergerak hingga tetes air mata turun ke pipiku dan jatuh pada papan ketik laptop yang sedang aku gunakan.
Deru suara tangis yang tidak tertahankan segera terpecah dan membuatku menangis di dalam batinku.
"H-Huuu... Tolong maafkan diriku."
"Aku tahu cerita kalian terlalu tragis sebagai batu loncatan dari sang karakter utama untuk meningkatkan rasa sukanya pada gadis-gadis Heroine."
"Dengan ini... setidaknya aku telah menembus kesalahan itu dengan cerita baru yang akan menolong kalian dari jalan Villainess yang tajam dan brutal," bibirku terasa kaku ketika mengucapkan kalimat yang memalukan itu.
Hanya tersisa beberapa baris kata dan segelintir paragraf pendukung untuk menyelesaikan cerita ini.
Namun, di saat itu...
Dadaku terasa sakit dan alat kesehatan yang terpasang pada tubuhku mulai mengeluarkan suara-suara bising yang memekikkan telinga.
Krringg!!
Krriingg!!
Krrinngg!!
Bunyi bising dari suara alarm segera bergema di dalam ruangan ku.
Mengabaikan suara alarm yang memekik telinga itu, tanganku segera mengarahkan kursor untuk mengakses situs penerbitan novel secara daring.
"Uhuk!! Uhuk!!" dadaku tiba-tiba terasa sakit dan mulutku mengeluarkan batuk dahak yang berdarah.
YOU ARE READING
Terjebak Menjadi Pelayan Antagonis Yang Manja!
RomanceKarya: Orisinil. Genre: POV, Girls Doing Girls Things, Fantasi, Harem, Villainess, Romance. Sinopsis: Terjebak dalam kesalahan di masa lalu, aku berusaha memperbaiki kesalahan itu dengan cara menulis kisah lain yang mampu menebus kesalahanku. Sebuah...
