Chapter 1

6.1K 421 20
                                        

Cuaca cerah menanungi kota Noir dihari itu, membuat pria bersurai merah yang sedang mengendarai motornya dijalan raya sedikit mengernyit akibat teriknya matahari. Ia melakukan motornya lebih cepat, menuju rumah bernomor 7709 di dekat tol kiri yang merupakan rumah tempat berkumpulnya keluarganya.

Perasaan getir tak henti terasa dalam dada, kecewa, kesal, marah karna tidak diberitau kalau hari ini ada acara kumpul keluarga. Ia tau kalau ada acara ini satu jam sebelum acara dimulai, itupun karna diberitau oleh Sana, rekannya dirumah sakit. Sana terkejut melihatnya datang untuk on duty sementara Mako, Marchie, Iana, dan yang lainnya izin off duty untuk menghadiri acara keluarga.

Bukannya apa, setau dokter cantik itu, pria berambut merah dan berkacamata itu adalah Caine Chana, mantan presidente TNF---meski sekarang TNF sudah tidak lagi aktif dan anggotanya sudah memiliki kehidupan dan pekerjaan mereka masing-masing.

Sangat aneh kalau Caine yang merupakan salah satu orang penting TNF tidak tau keluarganya mengadakan acara kan?

Yang tidak dia ketahui, Caine---yang kini tubuhnya lemah akibat tumpukan lelah dan luka yang didapat selama TNF aktif, sudah tidak dipandang setinggi dulu.

Caine, yang kini bekerja sebagai dokter umum di RS kota Noir, diperlakukan sama seperti pegawai lain oleh Mako dan Marchie yang menjabat sebagai direktur rumah sakit. Katanya untuk mengedepankan profesionalitas selama bekerja. Dan Caine tidak masalah soal itu.

Toh kini setelah TNF tidak lagi aktif didunia mafia, dirinya hanya warga biasa. Warga biasa yang lemah dan penyakitan, yang bekerja seperti layaknya orang biasa.

Dan bukan cuma Mako dan Marchie, tapi anak-anak TNF yang lain pun sudah sibuk dengan kehidupan dan pekerjaan mereka sendiri.

Caine hanya berusaha terus aktif menanyakan dan perhatian pada mereka sebagaimana perannya sebagai 'mami' bagi TNF. Meski ajakan dan perhatiannya kini sudah tidak lagi digubris.

Awalnya, setelah TNF diputuskan untuk berhenti dari dunia gelap, semua anak-anaknya masih menghormatinya dan selalu mencarinya untuk apapun sebagaimana mereka saat masih di TNF. Tapi lambat Laun, mereka mulai berlaku aneh. Selalu sibuk, mengabaikannya, dan bahkan terkadang ketus seperti terganggu dengan kehadirannya.

Bahkan mereka juga terang-terangan mengabaikan Caine, seakan tidak melihatnya jika bertemu dikarnaval atau binco. Caine tidak mengerti, apa yang terjadi sampai sikap anak-anak nya mendadak berubah. Bahkan Rion, partner-nya sendiri juga bersikap seperti itu.

Caine menghela nafas. Mengingat terakhir kali ia bertemu Mako di rumah sakit, ia membawakan bekal makanan untuk anak-anaknya yang ada di RS, dengan senang dan sepenuh hati memasak untuk mereka. Tapi respon Mako saat menerima makanan darinya sangat ketus.

"Maaf mi, aku gak lapar. Mami kasih ke yang lain aja." Lalu, Mako kembali sibuk dengan komputer didepannya. Bertingkah seakan Caine tidak terlihat.

Caine hanya bisa tersenyum, mencoba mengerti kalau anaknya itu mungkin sibuk dengan tugasnya sebagai direktur rumah sakit. Mungkin dirinya saja yang datang disaat yang salah. Jadi Caine menaruh kotak bekalnya diatas meja Mako, berpesan agar anak itu memakannya jika sempat. Lalu keluar untuk membagikan makanan pada yang lain.

Tapi kemudian, saat Caine istirahat ditaman belakang RS setelah lelah bekerja seharian, Caine malah menemukan beberapa kotak bekal darinya, masih utuh dengan makanan buatannya teronggok didalam tempat sampah yang dibawa keluar oleh petugas kebersihan dari RS. Hatinya langsung perih, seperti tercabik. Bukan hanya satu kotak, tapi beberapa kotak makanan dibuang begitu saja. Saat ia bertanya pada petugas kebersihan, katanya ia membersihkan semuanya dari ruangan Mako, Marchie, Iana dan yang lainnya.

For My Family (Caine)Stories to obsess over. Discover now