prolog ✨

629 41 0
                                        


Memiliki keluarga adalah anugerah - anugerah yang tak semua orang diberi kesempatan untuk merasakannya. Banyak anak tumbuh dengan kasih sayang, tawa hangat, dan pelukan orang tua. Tapi, bagaimana dengan seorang gadis yang bahkan tak tahu siapa Deddy dan Mommynya?

Seorang gadis lembut, berhati tulus, yang selalu tersenyum meski hatinya remuk - itu aku. Hidup dalam kesunyian, hanya ditemani harapan kecil yang tak pernah padam.

Setiap pagi, aku bangun dan menatap langit yang sama seperti orang lain. Tapi hatiku selalu bertanya: *"Di mana rumahku? Siapa yang menungguku pulang?"* Tak ada jawaban. Yang ada hanya kerja keras, tangis dalam diam, dan tawa palsu agar dunia tak tahu aku terluka.

Aku sering dicemooh. Disebut anak haram. Dibilang tak punya harga diri karena tak tahu asal-usul. Tapi aku memilih diam. Karena meski dunia menolak, aku tetap ingin menjadi baik. Karena aku percaya, Tuhan tak pernah menciptakan manusia tanpa alasan.

Dalam doaku, aku bertanya: *"Apakah aku dibuang? Tidak diinginkan? Mengapa aku dilahirkan hanya untuk merindukan sesuatu yang tak pernah kumiliki?"* Tapi meski luka begitu dalam, aku tidak menyerah.

Setiap malam, aku menatap bintang dan bertanya dalam hati: *"Apakah di bawah langit yang sama, ada seseorang yang juga merindukanku?"* Aku tak tahu, tapi aku berharap.

Aku hanya ingin sekali saja - memanggil seseorang dengan sebutan *Deddy* dan *mommy*. Sekali saja, merasakan pelukan yang tak pernah kupunya sejak lahir. Sekali saja... menjadi anak yang dicintai.

Semoga suatu hari nanti, harapan itu dikabulkan. Dan gadis kecil ini tak lagi menangis dalam diam - karena akhirnya, Tuhan menghadirkan pelukan yang selama ini ia rindukan.

Sepenggal Harapan Di Balik LukaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora