-Prologue

11 1 0
                                        

Malam itu, hujan turun pelan-pelan, seolah langit sedang berduka atas sesuatu yang tidak bisa dijelaskan oleh manusia. Di balik jendela kamarnya, Rendra menatap kosong ke arah cermin yang retak di sudut ruangan. Ia tidak tahu, apakah bayangan yang menatap balik itu dirinya atau sesuatu yang lain.

Di dunia ini setiap manusia menyimpan dosa, hanya saja sebagian memilih untuk menutupinya dengan doa. Rendra tahu itu sejak kecil. Kakaknya, Dr.Aruna sering berkata bahwa "tidak ada manusia yang benar-benar bersih - hanya ada yang lebih pandai bersembunyi dari nurani." Kalimat itu menempel di kepalanya seperti mantra.
Namun, sejak ia menulis buku Wanita Tinggi, mantra itu berubah menjadi kutukan.

Orang-orang mulai bermimpi buruk.
Beberapa terbangun dengan mata terbuka, tapi jiwa mereka seolah tertinggal di antara dua dunia.
Dan di setiap kamar tempat korban ditemukan, selalu ada satu hal yang sama: selembar kertas bertuliskan kalimat yang sama.

Mimpi Buruk dan Wanita TinggiOpowiadania do pokochania. Odkryj je teraz