Author POV
"J-Jennie... Ahh~"
"Hmm?"
"S-Seseorang m-menelponmu~"
Jennie langsung menghentikan apa yang sedang dia lakukan di atas gadis itu ketika dia memeriksa ponselnya dengan kesal dan melihat panggilan masuk.
"Siapa ini?" tanya Jennie kesal sambil melirik ponselnya.
"Sial, kau sudah lupa denganku? Kau yang memberi nomormu padaku semalam," terdengar suara seorang pria, membuat Jennie mengernyitkan dahi.
"Taehyung?" tanya Jennie, ekspresinya menegang.
"Benar, babe. Kau di mana? Aku merindukanmu," jawab pria itu dengan nada menggoda, membuat Jennie mendesah panjang. Ia lalu menatap wanita di bawahnya, masih terengah-engah karena apa yang baru saja terjadi.
Jennie menyeringai, bibirnya melengkung membentuk seringai nakal saat dia melirik ponselnya lagi.
"Maaf, babe, aku sedang ada urusan. Telepon aku lain kali, oke?" katanya, nadanya acuh, tapi tetap jenaka.
"Oh, sayang sekali, tapi tentu, aku akan menelepon lagi," jawab pria itu, dan panggilan itu berakhir dengan bunyi klik pelan.
Jennie segera meletakkan ponselnya dan kembali memfokuskan pandangannya pada wanita di bawahnya, melanjutkan apa yang sedang dilakukannya dengan ekspresi acuh tak acuh, seolah-olah panggilan telepon itu sama sekali tidak mengganggunya.
Ia langsung memfokuskan pandangannya ke tubuh wanita itu dan cepat-cepat mencengkeram bagian bawah wanita itu, hingga membuat wanita itu mengerang.
"F-Fuck~ p-pelan-pelan, Jennie kumohon~"
"Oh, diamlah, Irene. Aku tahu kau juga menyukainya."
"Ahhh~ sial! A-Aku ingin cum!"
"Kalau begitu, cumlah untukku, sayang.."
Setelah beberapa dorongan lagi, gadis itu akhirnya mencapai puncaknya, sepenuhnya di bawah kendali Jennie.
•••
Jennie Kim, putri seorang CEO terkenal yang menjalankan perusahaan besar Kim Company bersama orang tuanya yang tegas dan berpengaruh, Kim Jiyoung dan Kim Mi Kyung.
Di mata teman-teman, kenalan, bahkan rival bisnis keluarganya, Jennie dikenal sebagai seorang pemain, suka tidur dengan orang acak, baik pria maupun wanita, sekaligus pemaksa. Tak jarang mendengar rumor atau melihat berita utama tentang dirinya yang terlihat di sebuah klub atau tertangkap memasuki berbagai hotel dengan pasangan yang berbeda-beda setiap waktu.
Apakah dia khawatir tentang citranya?
Jawabannya sederhana, TIDAK.
Dia tidak peduli sama sekali.
Bagi Jennie, ini adalah caranya menikmati hidup dan, yang lebih penting, mengatasi stres, terutama stres yang datang dari orang tuanya.
Bahkan ketika dia masih muda, orang tuanya sudah mendorongnya untuk mengikuti jalan yang tidak pernah dia ikuti.
Mereka sudah menegaskan sejak awal, setelah lulus kuliah dan dewasa, dialah yang akan mewarisi dan memimpin perusahaan mereka.
Karena itu, Jennie terpaksa mengambil mata kuliah bisnis di perguruan tinggi. Dan setiap kali ia tidak ada kelas, orang tuanya akan menyeretnya ke gedung kantor mereka, memaksanya mengamati dan mempelajari seluk-beluk dunia bisnis mereka.
Tetapi jalan itu bukanlah sesuatu yang diinginkan Jennie.
Jika dia punya pilihan, dia pasti akan belajar seni kuliner. Memasak adalah hasratnya, sesuatu yang benar-benar dia nikmati dan kuasai. Dia bisa memasak hidangan yang membuat orang tersenyum.
YOU ARE READING
Arranged Marriage (JENLISA) GxG
RomanceMakan malam keluarga berubah menjadi mimpi buruk ketika Jennie dan Lisa mengetahui bahwa mereka dipaksa menikah. Tak satu pun dari mereka setuju. Dan bagi Lisa, keadaan semakin buruk ketika dia mengetahui calon istrinya adalah Jennie Kim, gadis yang...
