berabad lalu..
ada sebuah kerajaan yang di pimpin oleh seorang raja tirani bernama lee jeno
lelaki kejam tidak berperasaan
dingin dan serkastik
lelaki dengan paras rupawan ini adalah dewa perang yang sukar di taklukkan
dia memang penindas ulung, tapi itu hanya ia lakukan pada lawannya, dia kejam pada sesiapa yang tidak patuh dan berani melawan kekuasaan nya
penting kan diri?
ya, dia hanya hidup untuk dirinya, jika kau ingin hidup di dalam kerajaan nya maka tunduklah pada pemerintahan nya, patuh lah pada keinginan nya
lelaki yang duduk di singgah sana bernuansa putih gading itu tersenyum remeh memandang wajah seorang lelaki tua yang berani dan lancang
mencuri seguni gandum, hanya untuk kepentingan diri?
"ampun kan saya yang mulia raja jeno, hamba mohon, hamba terpaksa mencuri untuk memberikan makan pada keluarga hamba" ujar lelaki tua yang rambutnya sudah mulai memutih, berlutut lemah di hadapan raja dengan waja lebam di beberapa bahagian
raja jeno, lelaki sinis itu terkekeh seram, "inilah sebabnya aku tidak ingin punya keluarga, sangat membebankan" ujar jeno dengan nada jengkel, sorot mata tajam itu merenung lelaki tua itu tajam dan menusuk
"ampun kan hamba yang mulia raja lee jeno" lelaki tua itu bersujud, memohon pengampunan yang terasa mustahil untuk ia dapatkan
air mata tidak terasa mengalir membasahi pipi tuanya, terlintas bayangan wajah isteri dan anak-anaknya
raja lee jeno tertawa besar melihat air mata di pipi lelaki tua itu saat dia mengangkat wajahnya
"kau menangis??" tanya jeno serkastik sambil bersandar pada kerusi singgasana nya, kaki di silang dan tangan menongkat dagu, terhibur melihat tangis ketakutan itu
"bukan kah sewaktu kau melakukan curian tiada terbesit rasa gentar dalam diri mu??" tanya jeno lagi penuh sindiran dan tantangan "jadi mengapa menunjukkan rasa takut yang terasa seperti sebuah lakonan untuk memohon belas kasihan??"
lelaki tua itu tertegun
"kau fikir aku terusik?, kau salah, tuan uchinaga." di susuli kekehan merendahkan, penuh hinaan dalam tawa yang mengejek
"tua dan bodoh, itu gelaran yang pantas untuk mu" cercanya dengan senyuman iblis
lelaki tua itu tertunduk dalam, derai air mata membasahi pipi, sesal kerana mengambil jalan pintas untuk kesenangan semalam
semalam mereka sekeluarga kenyang, memakan gandum yang telah ia curi dari gudang istana, dan hari ini, kesenangan itu bertukar bala
"bawa seluruh keluarga nya menghadap ku, sekarang juga" arah raja jeno pada para prajurit nya yang langsung di laksanakan
"tidak"
"yang mulia raja saya mohon, jangan libatkan keluarga saya, cukup hukum saya saja!!" pohon nya panik, namun raja itu statik, enggan merubah arahan yang sudah lisannya ucapkan
"bukan kah keluarga mu juga turut memakan hasil curian mu, pak tua?" tanya jeno sambil menatap dingin kearah orang tua itu
terdiam, tuan uchinaga terdiam, tidak mampu berdalih
jeno tersengih melihat keterdiaman tuan uchinaga yang membenarkan pertanyaan nya. "maka mereka juga telah mencuri gandum ku" ujar jeno bersahaja
"ampun kan kami yang muliaaa"
YOU ARE READING
UNIVERS (lee jeno x aeri uchinaga)
FanfictionSumpah janji untuk saling mencari dan bersama di alam semesta ataupun ruang waktu yang lain. Raja jeno dan ratu tercintanya, mengikat janji abadi untuk saling menyayangi hingga ke kehidupan selanjutnya atau pun di semesta manapun yang mereka singgah...
