mereka bertemu di waktu yang salah,
mencintai di antara luka,
dan berpisah di bawah langit yang sama.
asabelle menyimpan rindu yang tak sempat ia sampaikan,
chandra menyimpan kenangan yang tak bisa ia buang.
cinta mereka mungkin berakhir,
tapi kisah...
kadang aku masih bisa dengar suaramu di antara sunyi. bukan karena aku gila, tapi karena hatiku belum bisa berhenti mengingatmu, chandra.
kau datang duluan. dengan tawa yang terlalu ringan untuk dunia seberat ini, dan cara bicaramu yang entah kenapa selalu bisa menenangkan aku yang takut dicintai. kau tahu, waktu itu aku bukan gadis yang mudah didekati. tapi kau tidak pernah nyerah, ya? setiap hari, kau muncul dengan cara berbeda — seolah ingin bilang, aku di sini, asa.
dan aku mulai terbiasa. dengan pesan singkatmu tiap pagi, dengan tatapanmu yang hangat meski aku pura-pura tidak peduli. sampai aku sadar, diam-diam kau sudah jadi rumah kecil di dalam kepalaku.
tapi semua yang indah, memang suka datang tanpa janji dan pergi tanpa pamit. kita berdua tidak pernah berantem besar, tidak pernah benci, cuma… waktu memaksa kita melepaskan. dan aku masih tidak tahu kenapa kehilanganmu terasa seperti kehilangan diriku sendiri.
setiap kali aku buka halaman pertama diary ini, namamu masih ada di sana. huruf demi huruf yang dulu kutulis dengan senyum, kini kubaca dengan air mata.
“please, don’t forget me.”
bukan karena aku ingin kembali, tapi karena aku takut, semua yang pernah kita lalui akan hilang begitu saja — seolah tak pernah ada.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
hi guys, cerita ku yang paling oke setelah cerita ai ku itu.
gimana bagian prolog? menarik? ayo lanjut baca. vote ya teman.