Chapter 1.

2 0 0
                                        

Malam itu hujan deras. Atap rumah kecil mereka bocor di beberapa titik, membuat air menetes ke ember yang sudah penuh separuh. Raka, anak pertama berusia 17 tahun, duduk di lantai ruang tamu sambil menambal buku-buku sekolah adiknya dengan lakban. Wajahnya lelah, tapi matanya tetap fokus.

Di kamar kecil yang pintunya setengah terbuka, terlihat Alya, adik perempuannya yang baru 14 tahun, sedang membacakan dongeng untuk adik bungsu mereka, Danu, yang baru 8 tahun. Suaranya bergetar, berusaha tegar agar Danu tidak tahu kalau tadi dia habis menangis.

Mereka bertiga sudah yatim piatu sejak dua tahun lalu, setelah ayah dan ibu mereka meninggal karena kecelakaan. Sejak itu, Raka yang harus jadi kepala keluarga. Dia kerja serabutan, mulai dari ngangkat barang di warung tetangga, sampai bantuin orang bersih-bersih.

"Bang, abang engga capek? Dari tadi belum makan," tanya Alya pelan, keluar dari kamar sambil menatap kakaknya yang pucat.
Raka tersenyum tipis. "Gapapa dek. Yang penting kalian kenyang dulu."

Danu tiba-tiba keluar dari kamar sambil membawa selimut. Dia menggulungkan selimut itu ke badan Raka.
"Abang jangan sakit, ya. Kalau abang sakit, kita gimana?" suaranya kecil tapi berhasil membuat hati Alya ikut remuk.

Raka menunduk, memeluk adiknya erat-erat. Air matanya jatuh diam-diam. Dia tahu, kalau bukan dia yang kuat, rumah ini sudah lama runtuh.

Malam makin larut, suara hujan makin deras. Listrik padam. Hanya ada cahaya lilin yang menerangi wajah tiga bersaudara itu, yang saling merapatkan badan supaya hangat.

Di tengah kesunyian, Alya berbisik, "Kakak kangen Ibu sama Ayah.."
Danu ikut terisak, "Adek juga.."

Raka menggenggam tangan keduanya, berusaha menahan tangis.
"Udah, jangan nangis. Kita masih punya satu sama lain. Itu udah cukup buat kita."

Dan di malam itu, di rumah kecil yang terlalu sepi, hanya ada tiga hati rapuh yang saling menguatkan.

Dan di malam itu, di rumah kecil yang terlalu sepi, hanya ada tiga hati rapuh yang saling menguatkan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.









hai hai semua, ini cerita baru aku, maaf 2min kemarin ga sempat lanjut soalnya ga ada ide juga, oh ya cerita ini aku buat pendek ya, jadi jangan banyak berharap.


votement!!

Rumah yang terlalu sepi || angstCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang