Starring
Park Wonbin (RIIZE)
Choi Yerim/Choerry (ARTMS/LOONA)
-
by olyzeev
-
-
-
Park Wonbin selalu menjadi orang yang berkilauan. Ia indah, cukup menyenangkan mata. Bagi Choi Yerim, keindahan berkilau semacam itu yang mendatanginya adalah berkah seumur hidup yang harus ia hargai teramat sangat.
Jika saja tingkahnya bisa sedikit lebih mengimbangi manusia normal pada umumnya.
-
-
-
"Speak of the devil, itu dia Park Wonbin."
Tidak ada alasan untuk tidak mengagumi keindahan.
Itu adalah hal pertama yang dipikirkan Choi Yerim begitu pandangannya menangkap sosok seperti bunga berjalan dengan raut acuh tak acuh menembus keramaian. Keberadaannya begitu menonjol, bukan hanya wajahnya yang luar biasa tampan, melainkan juga auranya sama sekali tidak terjangkau.
Benar. Itu persis seperti bunga satu-satunya bunga teratai yang tumbuh di atas lumpur.
Choi Yerim, yang berpikir dirinya adalah golongan lumpur, secara refleks menepi ketika Park Wonbin berjalan semakin mendekat. Pandangannya terpaku pada keindahan itu, sulit untuk ia lepaskan bahkan setelah tatapan mereka bertemu. Mata itu begitu dingin, sangat cocok untuk parasnya yang tak kurang dari pahatan patung paling sempurna yang pernah ada. Choi Yerim tidak bisa mengendalikan tatapan kagumnya terhadap pria itu. Di benak semua orang yang melihat keindahan itu, Choi Yerim hampir sepenuhnya yakin pujian adalah hal pertama yang akan mereka pikirkan.
Meski begitu, setidaknya Choi Yerim masih bisa tahu diri menjaga mulutnya untuk tidak begitu berisik.
Tidak seperti seseorang di sampingnya.
"Dari sudut manapun, dia memang sangat cantik."
Untuk seorang pria dikatakan cantik, itu tidak mudah. Meski begitu, Yerim yakin sembilan dari sepuluh orang akan setuju dengan bahwa Park Wonbin adalah kasus langka bagi pria untuk terlihat begitu cantik (baiklah, sebenarnya bagi Yerim, itu sepuluh dari sepuluh orang, tapi bagaimanapun ia harus menyiapkan sedikit peluang untuk variabel tak terduga). Yerim menyetujui perkataan temannya, tentu saja. Namun, ia tak bisa mengeluarkan reaksi persetujuan apapun, alih-alih ia mengumpulkan semua oksigen di sekitarnya sebisa mungkin, menyimpannya dalam paru-paru karena tiba-tiba ia merasa harus menahan napas dalam waktu yang cukup lama.
Temannya yang bodoh, Lee Chan, mengatakannya terlalu keras.
Ada satu hal yang perlu Choi Yerim tekankan di sini.
Cheongsang Highscool, sekolah menengah swasta yang didirikan oleh salah satu perusahaan konglomerasi terbesar di Korea, Cheongsang Group, memiliki beberapa peraturan tak tertulis yang seharusnya telah tertanam jauh di pikiran semua orang yang menginjakkan kaki di sana.
Salah satu peraturan itu adalah, jangan sekali-kali menyebut Park Wonbin dengan sebutan cantik.
Peraturan yang terdengar sepele itu, mungkin akan ditertawakan oleh orang awam yang tak memiliki petunjuk apapun tentang tempat ini. Orang-orang awam seperti itulah yang selalu dikasihani oleh Choi Yerim.
YOU ARE READING
PALLETE
FanfictionWe were once a blank canvas before the brush started painting. Berlembar-lembar kisah dengan ragam tokoh dan tingkah, menyajikan masa muda mereka yang dipenuhi garis warna, tepat seperti sebuah palet. - Oleh olyzeev dan lzennim, 2025. Oneshot Collec...
