Bab 1 Awal yang tidak pernah di minta.

12 7 4
                                        

Pernikahan itu lahir dari sebuah perjodohan, bukan cinta. Ibu Elina menyerah pada keputusan orang tuanya, menikah dengan seorang lelaki yang bahkan tak ia kenal baik. Harapannya sederhana: mungkin, setelah menikah, perasaan akan tumbuh. Namun yang hadir justru kebencian.

Suaminya, ayah Elina, hanyalah pekerja serabutan. Hari ini jadi kuli bangunan, besok tukang angkut di pasar, lusa entah apa lagi. Penghasilannya tak menentu, dan sikapnya pun jauh dari lembut. Ia cepat marah, sering mengeluh, dan lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah ketimbang bersama istrinya.

Keluarga sang suami juga tak kalah keras. Mereka tinggal berdesakan di rumah kecil berdinding kayu yang hampir roboh. Makanan sering tak cukup, tapi cemoohan selalu berlimpah. Ibu Elina dianggap perempuan manja, tak becus mengurus rumah, hanya karena sesekali mengeluh tentang keadaan.

Ketika Elina lahir, harapan akan kebahagiaan itu tak juga datang. Sang ibu menatap bayinya dengan dingin. Ia merawatnya, iya—menyusui, memandikan, menidurkan. Tapi semua terasa mekanis, tanpa pelukan penuh cinta. Di balik tatapannya, tersimpan kalimat yang tak pernah terucap: “Aku tak pernah menginginkanmu.”

Justru ayahnya yang lebih sering melemparkan kata-kata kasar. Malam-malam diisi dengan suara langkah beratnya pulang, disusul bau keringat dan rokok murahan. Ia menatap anaknya dengan wajah penuh lelah, seolah bayi kecil itu adalah beban tambahan, bukan darah dagingnya.

“Perempuan lagi…,” begitu gumamnya waktu tahu bayi itu lahir sebagai anak perempuan.

Dan keluarga sang ayah, bukannya menolong, justru menambah luka. Tangis bayi dianggap gangguan, dan keberadaannya sekadar menambah satu mulut yang harus diberi makan.

Elina hadir ke dunia dengan cara yang sunyi: disambut dengan kewajiban, bukan cinta; dengan keluhan, bukan doa. Ibunya tetap mengurusnya karena tanggung jawab, tapi jauh di dalam hati, ia hanya ingin lepas dari semua yang mengikatnya.

Sejak awal, Elina belajar arti keterasingan. Ia lahir di rumah yang penuh orang, tapi tidak pernah benar-benar diterima.

ELINA, BOLEH BAHAGIA GA SIH? Stories to obsess over. Discover now