prolog

5.7K 202 26
                                        

“Hah, tes ombak dulu! Ada nggak nih yang beneran baca cerita Rahasia Dua Bintang season 2? Kalau nggak ada… serius, aku stop aja deh. Nggak mau buang-buang waktu nulis buat angin lewat doang. Jadi, angkat tangan, kasih komentar, atau minimal kasih jempol… biar aku nggak perlu galau sendirian kayak popcorn kebakar di microwave.”




🤏







Langit malam Jakarta berpendar oleh cahaya lampu stadion GBK. Ribuan sorak penonton mengguncang udara, dentuman musik berdentum hingga membuat tanah bergetar. Di atas panggung, H2H tampil dengan senyum cerah, suara merdu, dan koreografi sempurna yang membuat seluruh penonton terpesona. Namun, di antara cahaya sorot itu, ada satu kekosongan yang tidak bisa diabaikan kursi di tengah panggung tetap kosong. Kursi yang seharusnya diisi oleh sosok yang selama bertahun-tahun menjadi pusat hati mereka semua.

Di balik layar, seorang wanita berdiri menyendiri. Hoodie hitam menutupi wajahnya, tapi mata yang menatap panggung itu begitu tajam, begitu penuh perasaan. Carmen menahan napas, mencoba menenangkan jantungnya sendiri yang berdetak terlalu cepat. Ia datang ke Jakarta bukan untuk naik panggung, bukan untuk disorot kamera, tapi untuk melihat melihat apakah keluarga kecilnya, H2H, masih utuh. Apakah mereka masih tersenyum tanpa rasa saling menyalahkan, apakah mereka masih percaya satu sama lain seperti dulu.

Setiap gerakan di panggung, setiap tawa dan sorak, menusuk hatinya. Ia melihat Juun yang kini terlihat lebih dewasa, Ian yang selalu tampak dingin tapi matanya berbicara lebih dari kata-kata, Jiwoo yang memimpin dengan keberanian dan keteguhan, Ana yang kini tersenyum meski hatinya tetap lembut, Stella yang makin ceria, Yeon yang makin matang, dan Yuha yang selalu menyinari semua orang dengan kehangatannya. Semua tumbuh, tapi satu bagian hatinya tetap kosong Carmen tahu dirinya masih menjadi bagian yang hilang.

Bertahun-tahun yang lalu, ia memilih pergi. Ia mengorbankan dirinya demi mereka, demi grup yang ia cintai. Ia rela menanggung semua luka, semua fitnah, semua rasa sakit, agar mereka bisa tetap berdiri. Kini, setelah waktu berlalu, ia harus melihat hasil pengorbanannya. Apakah semua itu berarti? Apakah mereka benar-benar memahami pengorbanannya?

Namun bukan hanya nostalgia yang membuat hatinya tak tenang. Ada rasa penasaran yang tak bisa ia hilangkan rahasia baru yang mengintai di balik gemerlap panggung. Rahasia yang bisa meruntuhkan kepercayaan, menguji ikatan, bahkan memaksa mereka mempertanyakan siapa yang benar-benar mereka percaya.

Malam itu, di tengah teriakan ribuan penonton dan gemuruh lampu sorot, Carmen menyadari satu hal tidak ada yang bisa kembali seperti dulu. Dan ketika rahasia lama bertemu dengan kenyataan baru… hanya satu hal yang pasti. Tidak ada yang akan melihat H2H sama lagi.




🤏




“Kita tunggu beberapa hari ke depan, siapa tahu ada yang nyamber untuk nulis komentar. Kalau nggak ada… nggak apa-apa. Aku cuma mau bilang… terima kasih, ya! Terima kasih udah mau ikut terseret ombak Rahasia Dua Bintang, meski cuma diam-diam. Jangan kira aku nggak tahu, aku tetap senyum sambil sebel sendiri.”

RAHASIA DUA BINTANG #S2 "kalgukjju"Stories to obsess over. Discover now