Langkah-langkah cepat Yedam terdengar jelas di sepanjang lorong apartemen malam itu. Hujan baru saja reda, tapi hawa dingin masih menusuk tulangnya. Ia membawa plastik berisi makanan kesukaan Haruto ramen instan Jepang yang hanya dijual di satu minimarket kecil dekat pusat kota.
Dia pasti senang banget… pikir Yedam sambil tersenyum tipis.
Namun, senyuman itu langsung pudar begitu ia membuka pintu apartemen Haruto yang tidak terkunci.
“ah… Haru…” suara lirih itu terdengar.
Langkah Yedam terhenti. Jantungnya berdetak lebih cepat, kepalanya penuh pertanyaan. Ia mengikuti suara samar itu, hingga berhenti di depan kamar tidur Haruto.
Pintu sedikit terbuka.
Dan di balik celahnya, Yedam melihat sesuatu yang membuat dunia runtuh dalam sekejap.
Asahi.
Di ranjang Haruto.
Dengan tubuhnya menempel erat pada Haruto yang sedang menunduk, mencumbu bibirnya penuh gairah.
Plastik belanjaan jatuh. Suara ramen yang terbanting di lantai membuat dua orang di dalam kamar terlonjak kaget.
“Y-Yedam…” Haruto berusaha cepat-cepat bangun, wajahnya pucat.
Sementara Asahi hanya menunduk, tidak sanggup menatap mata Yedam.
Hening. Begitu mencekik.
Air mata Yedam langsung jatuh tanpa bisa ia tahan. “Jadi… ini yang kamu lakukan di belakangku, Haruto?”
YOU ARE READING
Cinta yang Terselubung
Non-FictionBang Yedam percaya dirinya telah menemukan rumah dalam pelukan Haruto. Tapi semua hancur saat rahasia besar terkuak Haruto, orang yang ia cintai mati-matian, ternyata menyimpan hati dan tubuhnya untuk orang lain. Asahi. Ketika cinta berubah menjadi...
