"Gue cukup menerima semua yang ada di hidup gue dan kini hanya ingin mengejar mimpi yang tertunda. Memang tak semulus perjalanan orang lain terlebih orang yang paling gue sayang pergi ninggalin gue disaat gue masih membutuhkan dukungan".
Mau tau per...
Seperti biasa bab awal selalu kenalan ya guys Happy reading 🤗
*** Menyusuri jalan untuk menuju ke tempat dimana dia mendapatkan keinginannya secara tak langsung adalah hal yang sudah biasa dia lakukan. Mendatangi perkumpulan musik untuk memainkan satu alat musiknya yang dia asah kemampuan dengan ajaran dari sang ibu membuatnya semakin berharap kebahagiaan hidup akan datang dengan caranya sendiri.
Sampai di tempat itu menyimak semua nada dari berbagai alah musik yang saling bersahutan membuat hatinya tenang seketika. Dan sapaan dari seorang pelatih memanggilnya untuk ikut menyahut meski kedatangannya terlambat.
"Hadehh kamu ini kenapa terlambat ? Biasanya 15 menit sebelum mulai kamu udah datang" kata pelatih itu dan dia hanya nyengir mengusak rambutnya sendiri
"Maaf pak, ketiduran dari" jawabnya.
"Yaudah cepet gabung" kata pelatihnya
"Baik pak" balasnya lagi mengeluarkan alat musiknya untuk dia mainkan.
Dan sebelumnya.. siapa dia ?
Okey kenalin,
Dia adalah Ray Aayan Heydar, biasa diringkas dengan nama Rayan. Seorang anak yang bermimpi untuk jadi pemain alat musik seperti sang ibu karena cita-cita itu tertunda. Bukan maksud terpaksa, Rayan senang hati dan menyukai alat musik itu hingga memutuskan untuk melanjutkan mimpi sang ibu.
Alamak! Gambar ini tidak mengikut garis panduan kandungan kami. Untuk meneruskan penerbitan, sila buang atau muat naik gambar lain.
Rayan tak memutuskan sepihak melanjutkan impian itu, Rayan juga sempat bergelut dengan pikirannya tentang apakah dia bisa menjadi seperti sang ibu atau sekedar harapan kosong ? Tapi selama berjalan dengan semangat yang ibu berikan padanya Rayan tak pernah mundur untuk bisa menggapai mimpi itu.
Memainkan alat musik dengan keseriusan, kelembutan, dan penuh penghayatan menjadikannya murid paling disegani pelatih dan semua murid di kelas itu. Tak jarang mereka meminta tips untuk jadi seperti Rayan tapi yang Rayan katakan
"Aku hanya berlatih dengan ibu"
Begitulah contoh sederhana bagaimana seorang ibu sangat berharga baginya. Meski sempat diejek di awal masuk kelas itu karena sebenarnya Rayan hadir dari kesalahan namun dengan tekat kuat dan dorongan dari ibu untuk tak pernah mundur membuatnya bisa membuktikan kalau kelahirannya bukanlah hal buruk.
Dan juga senyuman dari sang ibu dengan paras cantik yang menyambutnya ketika pulang dari kelas musik membuat Rayan semakin bersyukur telah lahir dari rahimnya. Disamping itu Rayan juga saksi kuatnya seorang single mom merawat anak dari bayi hingga berusia 16 tahun sendirian tanpa bantuan siapapun. Lingkungan dulu tak menerima mereka hingga seseorang datang membantu ibunya yang mengandung untuk tinggal di sebuah rumah dan sampai sekarang semua sudah berdamai seperti selayaknya tetangga.
Harapan Mulya, Kemayoran, Jakarta Pusat
Tempat dimana Rayan tinggal hanya dengan seorang ibu namun banyak tetangga yang juga menyayanginya membuat mereka tak merasa kesepian. Ibu yang bekerja sebagai barista di sebuah cafe dengan Rayan sekolah sudah menginjak SMA.