— Prolog
Di dalam kamar luas bergaya klasik, tirai putih tipis bergoyang lembut diterpa angin sore. Kasur besar dengan seprai linen berwarna gading berderit pelan, ketika dua anak kecil tertawa riang sambil melompat-lompat di atasnya. Tawa mereka terdengar jernih, bertabrakan dengan keheningan rumah bergaya kolonial itu.
Desya Widjaja, gadis kecil berusia enam tahun keturunan Indonesia, rambut hitamnya yang halus tergerai meski disisir rapi sejak pagi. Di sampingnya, Yoichi Nagumo, bocah enam tahun dengan sorot mata yang dalam—perpaduan lembut antara darah Indonesia dan Jepang. Baju keduanya masih rapi, namun keceriaan membuat kemeja Nagumo sedikit terlepas dari celananya, sementara pita kecil di rambut Desya hampir terjatuh.
Setelah puas melompat, keduanya terjatuh di kasur, terengah-engah, lalu terdiam dengan senyum yang belum juga pudar. Dari langit-langit bergantung lampu kristal kecil, cahaya sore menerobos jendela tinggi dan jatuh menimpa wajah mereka yang penuh polosnya masa kanak-kanak.
“Momo… cita-cita kamu apa?” tanya Desya tiba-tiba, suaranya semangat penuh rasa ingin tahu.
Nagumo menoleh, menatap langit-langit sambil menyunggingkan senyum kecil. “Aku mau jadi pilot,” jawabnya tenang. “Supaya aku bisa membawa pesawat dan mengelilingi dunia bersama kamu!”
Desya tersenyum, matanya berkilat lembut. Lalu Nagumo bertanya balik, “Kalau kamu, Desya? Mau jadi apa nanti?”
Gadis kecil itu memandangnya lekat-lekat, senyumnya seindah lukisan lama yang tak lekang waktu. “Aku mau jadi dokter. Biar aku bisa mengobati kamu setiap kali jatuh dan terluka dari sepeda!”
Sejenak hening. Lalu keduanya tertawa kecil, tawa yang polos namun terasa hangat, seakan janji masa kecil itu akan terus menggema dalam ingatan, di antara dinding-dinding rumah kolonial yang menyimpan banyak rahasia keluarga.
![Home To You [YOICHI NAGUMO]](https://img.wattpad.com/cover/400539319-64-k8475d6.jpg)