chapter¹🔸

8.9K 360 6
                                        

Senara Pradipta, lelaki submisif itu duduk nyaman di teras rumah. Malam sudah makin larut,tapi suaminya belum juga pulang. Rasa khawatir nya lebih mendominasi daripada rasa kantuk.

" Kemana sih mas Galang? Jam segini kok belum pulang-pulang..."

" Kamu masih belum tidur nak?" Mertua Senara menghampiri menantu nya yang terlihat cemas.

" Belum Yah,mas Galang belum pulang-pulang makanya aku khawatir sekali sama dia..."

" Mending kamu tidur aja Nar,Galang belum tentu pulang..."

" Emang mas Galang kemana Yah?"

" Nanti juga kamu bakal tau... Udah sana istirahat..."

Akhirnya Senara menuruti perintah mertuanya. Banyak pertanyaan yang selalu berputar di pikiran Senara tetang suaminya. Dia juga belum terlalu mengenali sang suami karena mereka menikah didasari oleh perjodohan.

Sudah sebulan lamanya dia tinggal bersama Galang tapi seperti tadi suaminya itu jarang pulang. Senara selalu menunggu tapi saat esok harinya bahkan Galang tak pernah memberi alasan mengenai semalam. Mertua juga seperti menutup-nutupi perihal sesuatu yang disembunyikan oleh Galang. Setiap ditanyain kemana dan apa kesibukan Galang hingga tak pulang mertuanya malah mengalihkan pembicaraan.

Akhirnya Senara mengalah,pikirnya nanti sang suami akan terbuka dan akan menjelaskan hal ini.

🌼🌼🌼

Esok harinya Senara bangun lebih dulu dari orang rumah. Di lihat di sebelah ranjang nya masih kosong dan tak ada tanda-tanda Galang pulang. Hanya bisa menghela nafas Senara mulai bangkit dan segera bersiap mengurus rumah.

Matahari masih belum nampak tapi Senara sudah sibuk mencuci pakaian di belakang rumah dekat sungai. Memang Galang tinggal di desa dan bagi Senara yang awalnya dari kota kurang terbiasa tapi dia berusaha untuk berbaur dengan kebiasaan desa.

Rumah Galang seperti rumah panggung mengantisipasi banjir jika air sungai meluap. Senara senang karena kesadaran warga desa tidak seperti orang-orang kota,sungai di desa jauh lebih jernih jadi Senara tidak khawatir lagi soal air.

Biasanya dia mencuci bersama beberapa tetangga lainnya,tapi mungkin masih terlalu pagi Senara datang mencuci. Pikirnya cucian Galang begitu banyak beberapa ada yang kotor karena lumpur jadi akan lama mencuci jadi Senara mencuci terlebih dahulu sebelum nantinya memasak.

" Mencuci sendiri dek?"

" Ya ampun mas,bikin kaget aja..." Senara terkejut untung nya yang datang suaminya sendiri.

" Iyaa,mbak Tina mungkin belum bangun soalnya rumahnya juga masih gelap..."

Mbak Tina adalah salah satu tetangga Senara dan yang paling dekat dengannya. Mungkin karena mereka masih muda dan pembicaranya saling nyambung jadi mereka mudah akrab.

" Mas,mau sarapan? Aku belum masak mas, kukira mas pulangnya agak siangan kayak biasa..."

Galang terdiam sambil memandang Senara yang masih sibuk mengurus cucian yang lebih banyak pakaiannya. Dilihatnya tangan Senara sampai merah-merah dan  beberapa jarinya ada yang tertutupi plaster luka.

" Sini mas yang bantu,kamu yang bilas aja mas yang ngucek..."

" Eh,gak papa mas jangan... Mending mas Galang istirahat aja pasti capek habis kerja semalaman..."

Senara (END) Where stories live. Discover now