Part 1-Langit Cerah

62 1 1
                                        

...............
................

masih ku ingat dimalam itu

kuberpaling coba melupakan semua

namun matamu tak dapat menyangkal

cinta kita masih disana

....................

malam panjang kuberlari kencang

mencoba untuk menghilangkan semua angan

hati kecilku tetap berkata

kelak nanti kembali bersama

.......................

kuberlari dari masa lalu

sepi hati dalam keramaian

mengusirmu dalam pikirkanku

namun selalu bayangmu yang datang

..............

menguburmu dalam relung kasih

dilangit celah gelapnya malam

namun selama kita bernyawa

kita kan kembali bersama

.......................

Terbayang ..., Entah beberapa tahun telah berlalu ..., Malam itu..., lantunan lagu 1001 malam.., kembali membuat hatinya gundah, perih , meratap.

Wanita itu duduk termenung , pucat mengharap cemas.. , melihat buah hatinya yang semata wayang bermain dengan boneka kesayangannya..., pengganti ayahnya yang selama ini belum pernah dijumpainya.

Masih segar dalam ingatannya .. waktu itu awal Nopember 2000 di jakarta dirumah orang tuanya.

...................

Alunan lagu 1001 malam walaupun bukan lagu kesukaanku ..yang melantun terbawa angin ... dilangit cerah waktu itu membuat hatiku sedikit tenang , menunggu sahabatku "Irma" .

Irma , sahabat karibku yang centil, nakal suka mengganggu, mencolek siapa saja yang ditemuinya.., tetapi dia selalu ceriah , sangat baik, dan sangat memperhatikan segala kebutuhan maupun keperluanku... sampai2 urusan makan dan tidurpun diperhatikannya, melebihi perhatian kedua orang tuaku , dan akan mengajak kami berdua liburan ke Makassar.

Irma , anak seorag pejabat dan pengusaha sukses di Makassar , sangat kaya , disekolahkan di SMA Al Ashar Kelapa Gading Jakarta, bersama-sama dan sekelas, dan pada akhir tahun ini , sebelum kami menamatkan sekolah di SMA, saya diajaknya berlibur ke kota kelahiranya.

Entah berapa lama waktu berlalu yang menambah kebosananku menunggu, tiba saya dikagetkan dengan tepukan dipunggungku..

"Ririn, Maaf , aku terlambat.., habis jalanya macet banget, membuat kamu lama menunggu" sapanya tersenyum manis, seakan akan tidak pernah berbuat dosa membuat orang sebel menunggu.

"Sejak kapan kamu menggunakan alasan macet kalau terlambat Irr, pokoknya saya tidak memaafkanmu, tuh lihat Mamaku juga kesel menunggumu.", kataku sambil menunjuk kearah Mama yang lagi mempersiapkan hidangan dan minuman untuk kami berdua di Taman belakang rumahku...

"Ririn...sayang, tau nggak..si erno pingin juga ikut kita liburan ke Makassar.." potong Irma tiba-tiba.

"Ngapain si Brewok itu berubah arah, bukankah erno akan berlibur bersama Alda ke Singapore?" kataku makin kesal.

"Nah...cemburu nie..!!"

"Siapa yang cemburu"

"Tau deh !!, Yang jelas kata erno , kalau kita tidak mengikutkan dia , dia akan pergi juga ke Makassar sendirian"

"Biarin aja.., emangnya gue pikirin"

"Jangan gitu Rin..., dia juga kan teman kita. Sahabat kita, Lagi pula dia kan pelindung kita disekolah"

"Tapi Irma, tanpangnya itu kan kayak preman pensiunan yang kehilangan pisau cukur...he..he" kataku sambil tertawa.

"Nah gitu donk Ririn.. sayang..", kata Irma juga tertawa, "Ntar saya suruh klimis alias botak tuh brewoknya, sebelum kita barengan ke Makassar, kalo perlu kayak Arkut .. Ha...ha..ha..pasti dia nurut" sambung Irma terbahak bahak.

"Emangnya serial elif, Irr.." kataku singkat.

"sebenarnya kalau Sedikit Brewok kan kren kayak si-Kenan" kata Irma sambil menarik tanganku ke meja makan yang udah disiapkan oleh Mamaku.

"Ehhh... gak salah tu Irr.., inikan rumahku...kok kamu yang ajak saya ke meja makan.."

"Ya.. ya.. Rin.., Kamu kan tuan rumah yang jelek, dari tadi aku udah lapar nih.., masa sih tamu didiamin aja.., betulkan Tante??" kata Irma sambil menoleh ke Mamaku yang hanya tersenyum.

Kami makan-minum bertiga dengan Mama di taman

"Mana Om , tante" tanya Irma pada Mama , sambil mengambil salad di meja dan mulai mencicipinya.

"E..eeee.iii. kok tamunya menyerang ,belum di persilahkan??!" kataku ngeledek..

"Jangan pelit Rin,... ntar Lu.. masuk Naraka , tuh lihat Tante, seneng kalo masakannya diserang sampai ludes, betulkan Tante???" kata Irma meminta dukungan sama Mama.

Mama hanya tersenyum

"Ohh.. Ya Tante,.. Erno mau juga ikut ke Makassar menemani kita" kata Irma sambil menatap Mama menunggu respon.

"Syukur lah Nak Irma Kalau Erno juga ikut, kemarin juga Nak Erno datang kesini meminta izin sama tante untuk menemani Kamu berdua" kata mama ..,

"Wow.., rupanya si Erno keduluan minta izin ke tante dari pada kami...he..he.." Kata Irma tertawa sambil melirikku..penuh arti. "Tapi Tante tidak perlu khawatir Ntar Irma siapin 3 orang Satpam menjaga Putri kesayangan Tante, yang penting mohon doa restunya "

"Emangnya ke Makassar untuk pernikahan , Irma " kataku nyengir

Kuajak Irma masuk kamarku untuk beristirahat.

"Wow,baru seminggu aku tidak masuk kamar ini , eh taunya warganya bertambah banyak ya!" kata irma setelah melihat koleksi bonekaku.

"Cuman beberapa kiriman dari kakakku di Batam"

"Emanggnya kakakmu produksi boneka ya!"

"Nggak sih..., cuman kakakku rajin mencarikan koleksi yang baru" kataku sambil memperlihatkan boneka yang baru saja kakak kirim.


Catatan sebuah BonekaWhere stories live. Discover now