Prologue: First Sight Of 'Us'

234 13 4
                                        

Aku berdiri tepat di bawah pohon yang rimbun. Cuaca hari itu tidak begitu bersahabat. Angin kencang beberapa kali mengguncang tubuhku, membuatku kesulitan tetap berdiri.

Sudah sekian menit aku berdiri di sini, sendiri, menunggu Taksi datang menghampiri.

Satu per satu tetesan dari langit jatuh ke kulitku, rintik kecil yang lama-lama berubah deras.

Aku panik, pandanganku beralih cepat ke kanan dan kiri, berharap Taksi datang sesegera mungkin, sebelum hujan besar benar-benar turun.

Namun, taksi itu tak kunjung datang. Aku memeluk tubuhku sendiri, rasa dingin perlahan mulai menusuk.

Kubuka tas di punggung, mencari sesuatu yang dapat melindungiku dari hujan.

Tiba-tiba, dapat kurasakan tetesan itu tak lagi menyentuh kulitku.

Aku terdiam. Pandanganku tertuju ke genangan air di bawahku. Di sana, bayangan besar berwarna biru tampak menaungiku.

Dan dapat kurasakan, ada seseorang yang berdiri di sampingku.

Perlahan, aku menoleh ke kiri. Di saat yang sama, dia pun menoleh.

Mata kami bertemu. Satu detik... dua... tiga. Terlalu lama untuk sebuah pandangan pertama.

Aku masih terdiam, tak bisa mengalihkan pandanganku dari orang itu. Tepatnya seorang perempuan, yang membagi payungnya denganku.

Perempuan itu perlahan tersenyum, membuatku sedikit terpesona. Aku tetap diam, tak berkedip, tak bicara, atau bahkan tak membalas senyuman itu.

Perempuan itu mulai bicara, kata demi kata keluar dari bibirnya. Tapi, kesadaranku masih tenggelam dalam pesonanya, parasnya, dan sekarang suaranya.

Tubuhku seakan terhipnotis. Dari sekian kata yang keluar dari mulut perempuan itu, hanya satu yang dapat kutangkap.

"Emi."

Kuharap, mata kami bisa bertemu lebih sering, Emi.

When Our Eyes Meet [ EmiBonnie ]Stories to obsess over. Discover now