chapter 1

12 0 0
                                        

Suara ketukan sepatu mulai terdengar dengan lantang saat ada pemuda yang memasuki sebuah gedung perusaan semua karyawan yang melihatnya langsung membungkukkan kepala untuk menyapanya. Dia adalah kieran hatcher sang CEO perusahaan tersebut. Dia terus melangkahkan kakinya menuju lift khusus untuk petinggi perusahan tanpa memperdulikan sapaan dari karyawannya tersebut. Setelah sampai di ruangnya dia langsung mendudukkan diri di meja kerjanya.

" Apa saja jadwalku hari ini Kay? " Tanyanya kepada asistennya yang sudah berdiri di sampingnya.

" Jadwal anda hari ini tidak banyak pak, hanya meeting dengan beberapa klien di luar kantor sampai jam makan siang. " Ucap sang asisten yang membacakan jadwalnya.

" Kalau begitu tolong kamu siapkan berkas-berkas yang harus di bawa ke pertemuan nanti dan tolong bawakan saya kopi. " Ucapnya lagi sambil berkutat dengan kertas-kertas yang menumpuk di meja kerjanya.

" Baik pak. " Ucap si asisten dan kemudian dia segera keluar dari kantor CEO.

Tidak selang berapa lama si asisten pun masuk kembali untuk memetakan kopi pesanan dari sang CEO. Ketika dia akan membuka pintu untuk keluar, tiba-tiba pintu tersebut ada yang membukanya dari arah luar dan si asisten aga terhuyung ke belakang. Dengan sigap orang tersebut menahan lengannya agar dia tidak terjatuh.

" Kamu tidak papa? " Tanya si peria tersebut.

" Ya saya tidak papa, permisi. " Ucap si asisten dan segera melepaskan genggamannya kemudian keluar dari ruangan itu.

Kieran yang mendengar ada keributan di ruangannya segera memalingkan wajahnya ke depan untuk melihat apa yang sedang terjadi. Setelah melihat sang pria tadi kieran mengangkat sebelah alisnya dan  bertanya ke pria itu.

" Apa yang sedang kau lakukan di perusahaan ku? " Tanya kieran dengan alis yang masih terangkat.

" Hallo brother ! " Ucap pria itu dengan nada ceria, tetapi kieran diam saja dan masih mempertahankan tatapan bertanya nya.

" Jangan tegang begitu dong, padahal kita udah lama gak ketemu masa tidak senang melihat adikmu ada di depanmu. " Ucap pria tersebut yang ternyata adalah adik dari Kieran.

" Masih ingat pulang? " Tanyanya kemudian dengan nada ketus.

" Kemarin-kemarin kemana aja saat di minta pulang oleh mom? " Lanjutnya lagi.

" Waktu itu aku sedang ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan, banyak klien yang harus aku temui agar bisnisku bisa lancar. " Ucap adiknya lagi dan langsung duduk di hadapan Kieran.

Kieran tidak menanggapi lagi dan langsung melanjutkan aktivitas nya lagi. Seolah di ruangan itu tidak ada orang lain selain dia.

" Hey kenapa kau mengabaikan ku? " Tanya adiknya dan menutup semua berkas yang sedang di periksa Kieran.

" Berhenti mengacau Aidan! " Ucap Kieran dengan nada tegas kepada adiknya dan menyingkirkan tangan Aidan dari atas berkas kemudian dia lanjut memeriksanya dan mengabaikan Aidan lagi. Tapi Aidan kembali membuat ulah yang membuat Kieran kembali marah. Aidan yang melihatnya langsung lari untuk keluar dari ruangan kakaknya tersebut.

" Aidan sialan!! " Umpat Kieran yang masih bisa di dengar oleh Aidan dan dia hanya tertawa karena telah berhasil mengganggu sang kakak.

Setelah dia keluar dia melihat ke arah meja asisten sang kakak yang tadi membuat dia merasa terpesona. Dia berjalan mendekati mejanya dan kemudian langsung memperkenalkan diri.

" Hai gue Aidan adik dari kak Kieran, Lo siapa? " Ucap Aidan serta mengulurkan tangannya.

" Halo pak Aidan, saya Kay asisten dari pak Kieran. " Ucapnya dan segera membalas jabatan tangan nya dengan membungkukkan dirinya.

kairosWhere stories live. Discover now