Name POV: setelah orang tua ku bercerai, aku terpaksa tinggal berdua dengan teman smp ku di sebuah apartemen. yang dimana kami kekurangan uang dan aku tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali. hingga saat aku di tawar untuk menjadi sugar baby, aku...
-Maaf kalo typo -Maaf juga kalo kurang nyambung -Happy Reading.....
~Michael Kaiser~
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
SUGAR DADDY???****
******
"Miwa kamu tahu, aku rasa semenjak orang tua ku bercerai hidup ku benar-benar berantakan. Uang tidak ada, mendapatkan pekerjaan sulit, bahan dapur selalu cepat habis, aku benar benar pusing.... Aku stres!!". Keluh name
"Sabar name, kau pikir cuma kau yang seperti itu, aku juga sama. Tapi kalau soal pekerjaan dan uang aku sudah punya... Ehehe...."
"Dasar! Aaaaa!!!!! Miwa..... Aku juga mau bekerja lalu digaji.... Aku tidak mau jadi pengangguran!!!! Gadis macam apa aku ini"
"Name diam dulu ih, kita masih di jalan, kalau di dengar orang lain bagaimana? Bisa bisa kau disebut gila"
"Ck, kalau begitu kasih kan saran pekerjaan yang bagus dong...."
"Aku kurang tahu kalau soal saran pekerjaan yang bagus, karyawan restoran mau?"
"Itukan sudah, tapi aku ditolak karena karyawan di restoran sana sudah cukup. Aku terlambat"
"Bagaimana kalau karyawan kantoran?"
"Kau gila apa? Mana mungkin aku mau diterima"
"Astaga name... Mau mu apasih? Bagaimana kalau kau jadi karyawan club saja?"
"Apa yang kita lakukan kalau menjadi karyawan club?"
"Gampang, kau hanya perlu melayani setiap pelanggan dan mengantar kan bir atau pesanan mereka. Seperti bekerja di restoran"
"......"
"Apa? Kau tidak mau lagi? Kau jadi pelacur saja sana, penghasilan yang didapat selalu tinggi setiap satu malam"
"Ihh, tidak mau ah! Aku tidak mau tubuh ku di setubuhi banyak pria, najis. Cukup satu orang saja yaitu suami ku suatu hari nanti"
"Ck, kau ini banyak mau nya ya? Yasudah tunggu kita sampai di apartemen, lalu aku akan mencari kan mu pekerjaan. Aku bisa saja gila hanya karena kamu name, rasanya seperti mengurus anak kecil yang keras kepala"
******
Setelah beberapa menit berjalan, kedua gadis itu tiba di apartemen mereka. Miwa memutar knop pintu, membuka nya perlahan dan membiarkan name masuk lebih dulu setelah nya.