ʚ ∙ .◡ SOLAR & THORN ◠.∙ ɞ 🔞
"Kamu siapa sebenarnya?!" tanya Thorn dengan suara gemetar campur rasa ketakutan dan kebencian, matanya menatap tajam pada sosok pria tinggi yang berdiri di depannya - pria yang tiba-tiba saja menculiknya dari tempatnya...
Di kota yang sangat besar, hiduplah anak laki-laki yang memiliki paras yang sangat cantik. Kulitnya yang putih mulus, bentuk wajah yang sempurna, rambut yang halus, postur badan yang bagus, dan juga suara yang merdu
lelaki itu bernama "Thornnie Ethanar Rimba" tapi terkadang ia di panggil dengan sebutan "Thorn"
Thorn, ia tidak lajang. Ia mempunyai pacar yang bekerja sebagai seorang polisi. Pacarnya bernama "Daniel"
Daniel sangat beruntung memiliki pacar seindah Thorn. Mereka berdua sudah berpacaran 2 tahun, walau mereka sudah bersama cukup lama, Daniel dan Thorn sama sekali tidak pernah berhubungan badan kecuali berciuman
bukannya mereka tidak mau, tapi Daniel selalu beralasan kepada Thorn, bahwa ia akan mengambil perawan Thorn jika mereka sudah menikah. Thorn mengerti dengan itu, sehingga ia menyetujui hal itu dan menjaga harga diri nya dengan baik
di mata Thorn, Daniel adalah pria yang baik. Thorn sudah menaruh kepercayaan nya kepada Daniel, dan menyakinkan bahwa Daniel tidak akan mengecewakan nya
hingga suatu hari..
"Tik... tok... tik... tok..." Suara jam dinding milik Thorn memenuhi ruangan, menandakan waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore
cahaya matahari sore yang menyelinap masuk melalui celah gorden, menciptakan garis-garis keemasan di wajahnya
Thorn menggeliat pelan, matanya mengerjap-ngerjap berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya
rambutnya yang sedikit berantakan mencuat ke segala arah, menambah kesan imut di wajahnya yang masih mengantuk
ia menguap lebar, memperlihatkan gigi-giginya yang rapi, lalu meregangkan kedua tangannya ke atas, seolah berusaha mengumpulkan sisa-sisa energinya
Thorn mendongak, melihat ke arah jam dinding yang setia menemani tidurnya. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 5 sore tepat
"Ya ampun," gumamnya pelan, suaranya serak khas orang baru bangun tidur. "Aku tidur selama itukah?" ucapnya tak percaya, sambil mengerutkan kening. Ia baru ingat, ia tertidur pulas sejak pukul 2 siang tadi
dengan gerakan malas, Thorn turun dari kasurnya yang nyaman. Kakinya menyentuh lantai yang dingin, membuatnya sedikit menggigil
ia melirik ke arah ponselnya yang tergeletak di atas meja kecil di samping kasurnya. "Ah, aku lupa," gumamnya lagi, lalu berjalan mendekat dan meraih ponselnya
"pasti Daniel ada menghubungi aku tadi," tebak Thorn dalam hati. Itu sudah menjadi kebiasaan bagi mereka berdua
saat Thorn menekan tombol power dan layar ponselnya menyala, ia langsung melihat pesan dari Daniel terpampang jelas di layar kunci
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.