Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
01|PUISI
Sandyakala terlihat dengan indahnya di cakrawala. Bagaskara perlahan terbenam, berganti dengan rembulan. Begitu juga dengan renjana, perlahan hilang dalam fatamorgana.
Aku tak tahu apapun tentang asmaraloka, atau bahkan amorfati yang amerta. Aku tak dewana pada sang nayanika, hanya seorang atma yang penuh enigma.
Aksara ini dibuat dengan perasaan yang harsa, dan tak lagi nestapa. Rasa telah sirna, tuan, dan aku tak lagi menaruh asa.