BAB 1

56 2 2
                                        

Seorang wanita berusia 22 tahun bernama diana aulia kirana, harus menghadapi kenyataan pahit dalam hidupnya. ia memiliki anak laki laki berusia 4 tahun, yang di diagnosa menderita leukimia. sejak saat itu, hidup diana di penuhi perjuangan.

Tak hanya anaknya yang membutuhkan biaya pengobatan, ibunya pun sakit sakitan, karna usianya yang sudah lanjut tua. diana bekerja keras, paruh waktu tanpa mengenal lelah. mengambil pekerjaan apa pun yang bisa menghasilkan upah.

namun nasib belum juga berpihak padanya. tempat kerja yang selama ini menjadi satu satunya sumber penghasilan. mengalami kebangkrutan. semua karyawan di berhentikan, termasuk diana. padahal saat ini diana sedang membutuhkan uang untuk membayar tunggakan rumah sakit anaknya.

terdesak keaadaan dan nyaris kehilangan harapan. diana ahirnya menerima tawaran bekerja di sebuah club malam sebagai pelayan wanita. pekerjaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. untuk saat ini, baginya harga diri bukan lagi hal utama. ia lebih mementingkan kesehatan anaknya di banding harga dirinya saat ini.

"masuk dan layani mereka" ucap seorang wanita paruh baya dengan nada dingin. namanya indri, tapi para gadis di tempat itu memanggilnya dengan sebutan mami. perempuan yang memperdagangkan para wanita malam seperti barang dagangan.

dengan langkah berat, diana melangkah masuk ke dalam ruangan klub yang bising dan di penuhi cahaya lampu warna warni. dada nya sesak, hatinya hancur. ini adalah malam pertama bagi diana menjalani pekerjaan yang tak pernah ia bayangkan. bukan karna ia ingin, tapi karna keadaan yang memaksa.

ia sangat merasa tidak nyaman dengan pakaian seksi yang di paksakan padanya oleh mami indri. gaun ketat itu seolah menghapus identitas nya sebagai seorang ibu. tapi ia menahan perasaan itu, mengingat anaknya yang tengah berjuang di ranjang rumah sakit dan tagihan rumah sakit yang belum juga terbayar.

begitu memasuki ruangan utama, langkah diana terhenti. matanya membelalak. di tengah keramaian ia melihat seseorang yang membuat jantung nya berdegup kencang. altezza imanuel alveric. mantan kekasih nya lima tahun lalu. pria yang dulu pernah mengisi hidupnya, kini ada di depan mata, memegang segelas minuman, sambil menatap nya dengan ekpresi terkejut.

mata mereka saling bertemu. waktu seperti berhenti sejenak. alteza melangkah mendekat, membawa gelas di tangan nya.
kehadiran altezza langsung menarik perhatian beberapa tamu dan pekerja lain di ruangan itu. diana berdiri kaku tak tau harus berbuat apa. ia ingin lari tapi kaki seperti terpaku di lantai.

"Apa yang lo lakuin di sini?" suara alteza terdengar tajam penuh emosi.

Diana hanya terdiam. dadanya sesak, matanya mulai memanas. ia tak sanggup menjawab, apalagi menatap pria yang pernah ia cintai.

"GUE TANYA! APA YANG LO LAKUIN DI SINI!" suara altezza menggema di ruangan membuat musik berhenti sejenak dan semua mata tertuju pada nereka.

"kerja" jawab diana lirih masih enggan menoleh

"Gila... otak lo udah ga di pake? jadi setelah lima tahun lo ninggalin gue, ini kerjaan lo sekarang"

Air mata mengalir pelan di pipi diana.

"Aku... butuh uang," ucap diana pelan hampir tak terdengar. ia menelan ludah dengan susah payah, masih tak berani menatap altezza

"LACUR"

kata itu meluncur dari mulut altezza, keras dan menghantam seperti tamparan. diana terdiam. wajah nya tertunduk. semua orang di ruangan terkjut sebagian mulai berisik. diana hanya bisa menarik nafas panjang, menahan tangis yang semakin mengalir.

Mami indri yang melihat keributan, buru buru menghampiri mereka

"Alteza, tolong... jangan emosi dulu" ujarnya mami indri yang mencoba menenangkan situasi.
"ini hari pertama diana kerja di sini. sebelum nya dia ga mau ambil tawaran kerja ini, tapi, ia sedang butuh untuk biaya pengobatan anaknya, jadi... dia ambil tawaran saya untuk bekerja di sini"

tersalah cintaWhere stories live. Discover now