Bab 1

46 3 0
                                        

Di pagi hari yang cerah pada hari Senin, suara burung berkicau bersahutan di luar jendela. Di sebuah rumah sederhana yang terletak di pinggiran kota, seorang pria muda dengan wajah cantik dan rambut sedikit panjang berdiri di depan cermin, merapikan seragam sekolahnya dengan penuh semangat.

Namanya Park Seonghwa, siswa kelas dua SMA yang terkenal rapi dan manis. Setelah memastikan dasinya terpasang sempurna dan ujung kemejanya tidak mencuat ke mana-mana, Seonghwa segera berlari keluar dari kamarnya dan menghampiri pintu kamar kakak tirinya, Yoon Jeonghan.

Tok tok tok!

"Kak Jeonghan! Kak Jeonghaaan! Antar aku ke sekolah, dong!" teriak Seonghwa sambil mengetuk pintu.

Tak lama kemudian, terdengar suara serak dari dalam kamar. "Aku baru pulang, Hwa... baterai kakak lowbat banget..." gumam Jeonghan yang lebih tua tiga tahun darinya. Suaranya terdengar seperti zombie yang baru bangun tidur.

Seonghwa mengerucutkan bibir. "Tapi sekolahku 12 kilometer dari sini..."

Alih-alih membuka pintu, Jeonghan malah menyelipkan tangannya dari celah pintu dan menyodorkan kunci motor. "Pakai aja motorku. Hati-hati di jalan."

Seonghwa menatap kunci itu dengan ekspresi datar. "Kakak lebih pilih tidur daripada anter aku..."

"Kakak abis pulang dari rumah pacar, capek banget. Love you~" balas Jeonghan dengan suara makin pelan, lalu hening. Mungkin sudah tertidur lagi.

Dengan wajah cemberut, Seonghwa akhirnya mengambil kunci motor itu. "Dasar kakak nggak bertanggung jawab..."

Meski begitu, beberapa menit kemudian suara deru motor terdengar dari halaman depan. Seonghwa melaju menuju SMA-nya, meninggalkan rumah dan rasa kesalnya di belakang. Hari sekolah pun dimulai.

Unforgiven | MATZWhere stories live. Discover now