Prolog

19.9K 747 13
                                        

Haechan pikir, dia akan di nikahi Jung Jaemin, tapi kenyataannya yang ada di sampingnya untuk mengucap sumpah pernikahan adalah seorang pria yang tidak pernah dirinya kenal.

Haechan merasa di bohongi!
Tapi pantaskah Haechan merasa di bohongi? Jikalau, keberadaannya disini adalah untuk menebus semua kemurahan hati Tuan Jung dalam menyelamatkan reputasi dan perusahaan keluarganya.

Sekarang, dia resmi jadi pasangan seorang pria yang aneh.
Kenapa Haechan bilang aneh?

Suaminya sekarang, pria yang terlalu pendiam dan dingin.
Bisa di hitung berapa kali dalam sehari Haechan mendengar suaranya.

Meskipun pada kenyataannya, suaminya yang bernama Jung Jeno ini pewaris utama Jung dan bekerja di perusahaan, tapi publik tidak pernah boleh tau bagaimana wajahnya.

Jeno, anti sosial?
Entahlah, Haechan kurang paham.
Dan Jeno, tidak mau bersentuhan dengan siapapun, kecuali Jaemin, kembarannya dan juga orang tuanya.

Aneh kan?

"Di panggil mommy." ucap Jeno, dan ini adalah kata ketiga yang keluar dari mulut Jeno, hari ini.

"Aku harus temui, Nyonya Jung dimana? Aku gak tau seluk beluk rumah ini." tanya Haechan, Jeno berdecak, banyak tanya sekali manusia ini, mungkin begitu pikir Jeno.

"Di ruang keluarga, kalau gak tau tempatnya, tanya pelayan." Jeno bahkan sudah mengucapkan opsi lain untuk Haechan, agar istri manisnya tidak membuatnya berucap lagi.

Haechan tersenyum canggung menyapa Nyonya Jung, yang adalah mertuanya.
"Nyonya panggil saya?"

"Jangan terlalu formal, duduk sini." lelaki manis yang bernama Ten itu menepuk sofa mengisyaratkan agar menantunya duduk di sampingnya, dengan gerakan canggung Haechan menurut.

"Panggil mommy, jangan nyonya, aku mertua kamu." Ten, tersenyum lembut sekali, beda dengan Doyoung, mama nya itu galak dan cerewet, tapi sangat sayang keluarga.

"Tapi, bukannya posisi Haechan disini cuma tebusan hutang?"

"Mana boleh bicara begitu anak manis?" Ten cubit gemas pipi gembil Haechan yang berkedip polos di depannya.

"Mommy mau minta maaf, yaa mungkin cara daddy salah. Daddy ingin Jeno normal seperti yang lain, menikah dan berkeluarga, tapi siapa yang mau menikah dengan Jeno?"

Ini serius Nyonya Jung bicara begini soal anaknya?
Menurutnya Jeno itu tampan!
Walaupun agak kecewa karena bukan Jaemin yang ia nikahi, tapi dengan pikiran liar nya itu, tentu Haechan memastikan tidak akan ada wanita ataupun submissive yang menolak ketampanan Jung Jeno dan hartanya!

"Mommy jangan gitu, Jeno ganteng, kaya lagi, siapa yang gak mau sama Jeno?" senyum dan sinar di wajah Ten meredup, bikin Haechan gak enak hati.

Tangan ramping pria cantik itu mengusap punggung tangan Haechan.
"Semua akan menyukai ketampanan dan kekayaan anakku, tapi siapa yang mau menerima kekurangan Jeno? Tapi setelah lihat kamu, mommy percaya, Haechan anak baik."

"Memang Jeno, punya kekurangan?" tanya Haechan polos, soalnya di matanya Jeno itu nyaris sempurna, secara fisik dan finansial, cuma arogan saja sih yang bikin Haechan sebal.

"Punya. Dia gak bisa bersentuhan sama sembarang orang."

"Apa?!" Haechan baru dengar ada alergi semacam itu.
"Maksudnya, itu alergi atau?"

"Sebenarnya bukan, itu kemauan Jeno. Dia terlalu bersih, sampai jijik sama selain keluarganya, tapi kami cuma bilang, kalau itu alergi, supaya orang-orang akan lebih memahami alasan Jeno gak mau bersalaman bahkan dengan kerabatnya sendiri."

"Kalau Jeno menikah dengan yang lain, pasti mereka tidak bisa memahami Jeno, siapa yang mau tidak di sentuh selama menikah? Tapi, kamu...maaf... setidaknya kalau Haechan harus bertahan, mau tidak mau,karena Haechan sudah kami beli."

Haechan tersinggung, tapi ucapan Ten benar, dia sama dengan di beli.
'Gak papa, Chan. Beliau juga udah bilang maaf, sabar.' batin Haechan miris.

"Mereka gak akan tahan dengan kebiasaan Jeno yang terlalu bersih, semoga kamu mengerti ya sayang?" Ten menatap penuh permohonan dan Haechan mengangguk lemah.

"Terimakasih, kami sebagai orang tua Jeno sangat khawatir karena anak itu gak mau cari pasangan hidup, sedangkan usianya sudah dua puluh tujuh tahun." keluh Ten.

"Haechan akan mengerti, mom."

"Walaupun seumur hidup kamu, kamu tidak bisa merasakan peran istri sesungguhnya?"

"Mom, kalau bisa Haechan akan merubah kebiasaan Jeno." Haechan bertekad, harus merubah kebiasaan Jeno yang terlalu parah itu.
Agar nantinya dia bisa hidup normal.

Walaupun wajahnya polos tapi Haechan memiliki jiwa hyper yang sudah ia deteksi sejak dini, mana mungkin mereka menikah tanpa seks?

Apa kalian bercanda terhadap hidup Haechan?!
"Mommy juga sangat mengharap Jeno mau rubah kebiasaannya, soalnya waktu kecil dia gak begitu, semua itu mulai saat dia SMP."

Haechan mengangguk mengerti, "Haechan akan berusaha, mom."
Pokoknya mulai hari ini, Haechan akan berusaha merubah pria itu entah bagaimana caranya, tapi ia akan cari cara!




LANJUT GA NIH?!!!

MELEKAT [NOHYUCK] - ENDOpowiadania do pokochania. Odkryj je teraz