Kasus Baru

127 8 5
                                        

Akhir-akhir ini aku lagi suka banget nonton dan baca berita-berita kriminal. Serius deh, tiap ada kasus pembunuhan atau penyelidikan yang rumit, aku tuh langsung fokus. Dan dari situ, aku jadi tertarik banget sama sosok polisi yang selalu punya peran penting.

Akhirnya kepikiran juga, "Kenapa nggak bikin cerita tentang polisi versi khayalanku sendiri?"

-------------------------

Nah, kenalin... Alec Thorn. Kepala polisi yang dingin, tajam, ganteng, jago berantem dan selalu berhasil ngungkap kasus-kasus gila yang bikin orang lain nyerah. Tapi di balik sikap tegasnya, dia punya masa lalu kelam yang masih ngikutin sampai sekarang.

Ceritanya bakal penuh misteri, ketegangan, konspirasi gelap... dan juga bakalan ada sedikit bumbu-bumbu romansa yang bikin kamu nggak bisa berhenti baca.

Semoga kalian suka dan terhibur sama karya aku ini! Makasih banget udah nyempetin baca.

Yuk, ikutin terus perjalanan Alec Thorn! 🖤



~~~~~

"Alec... Alec..."

Sebuah suara lirih terdengar memanggil. Suara seorang wanita muda dengan kulit putih bersih yang memancarkan pesona keanggunan alami.

Alec menoleh ke kanan dan kiri, matanya mencari ke segala arah, mencoba menemukan sumber suara yang terasa begitu dekat namun tak kasatmata. Suara itu seolah-olah berbisik di telinganya, tapi tak satu pun tanda terlihat dari mana asalnya.

"Alec... di sini... tolong aku..."

Suara itu kembali terdengar, kali ini lebih jelas, lebih nyaring. Alec memicingkan mata, mencoba menembus gelap dan lebatnya pepohonan yang mengelilingi tempat itu.

"Alec..." Suara itu menggema lagi.

Alec tetap berusaha mencari, melangkah cepat di tengah hutan yang rimbun, diselimuti kabut dan bayang-bayang pohon yang menjulang tinggi. Nafasnya berat, langkahnya tak beraturan, tapi ia tak berhenti.

"Siapa di sana?" gumamnya dengan sorot mata tajam bagaikan mata elang.

Tak ada jawaban, tiba-tiba suara itu berhenti "Keluar!" bentak Alec kemudian.

Dan suara itu kembali terdengar, namun kali ini datang dari atas kepalanya.

"Alecc.."

Alec mendongak.

Di atas sana, pada sebuah dahan pohon yang besar dan menjulang, ia melihat sosok wanita dalam balutan gaun putih yang telah berlumuran darah. Wajahnya samar, tak sepenuhnya terlihat jelas, seolah terhalang oleh kabut mimpi yang tak ingin sepenuhnya terungkap.

"Alec... tolong aku..."

Seketika, dahan besar itu patah dan jatuh menimpa tubuh Alec.

"Hah!"
Alec terbangun dengan napas memburu. Kepalanya yang semula tertunduk di atas meja kerja langsung terangkat secara refleks. Kopi yang berada di sisi mejanya tersenggol oleh lengannya, jatuh ke lantai dan menghantam keras, menyebabkan gelasnya pecah berkeping-keping.

"Huff..."
Alec mengusap wajahnya dengan kedua tangan, mencoba menenangkan diri. Keringat mengucur deras di pelipis dan lehernya, membasahi kerah kemejanya. Seakan baru saja terbangun dari genangan air, tubuhnya terasa dingin dan lembap.

Alec ThronTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang