Jangan lupa vote dan koment ya
\( ̄▽ ̄)/
Min Yoonji tak pernah berniat jatuh cinta.
Tidak kepada pria seperti Kim Taehyung—dingin, tak tersentuh, dan terlalu penuh luka dalam diamnya.
Tapi begitulah cara hati bekerja, bukan? Ia tak bertanya dulu sebelum tumbuh. Tak meminta izin sebelum mengakar.
Dan di antara ribuan manusia yang lalu-lalang, Yoonji jatuh hati pada pria itu—dengan cara yang paling sunyi dan menyakitkan.
Ia tahu, rencana pertunangan akan dibicarakan, dan yang ditunangkan kepadanya adalah Kim Taehyung.
Semuanya dimulai saat Yoonji menjadi sekretaris pribadi Taehyung. Berkat koneksi Ayahnya ia bisa bergabung dengan Kim Group dan berada disebelah Kim Taehyung yang baru saja menduduki posisi CEO.
Ia cerdas. Sigap. Rapi. Semua orang memujinya.
Tapi takdir mengikatnya pada satu tempat.
Di samping pria itu.
Awalnya profesional. Mengatur jadwal rapat, menyiapkan catatan penting, mendampingi presentasi bisnis, mengantar dan menjemput dokumen larut malam.
Tapi perlahan... jarak itu menipis.
Yoonji mulai mengingat semua hal keci, Bagaimana Taehyung selalu minum kopi hitam tanpa gula setiap pagi. Bagaimana jemari panjangnya mengetuk meja saat ia gelisah. Bagaimana matanya kosong saat membahas keluarga.
Dan bagaimana... senyum samar, yang tak pernah ia tunjukkan padanya, muncul di bibir pria itu saat menyebut satu nama. Satu nama yang membawa kehancuran sunyi.
"Hana."
Itu adalah luka pertama.
Yoonji membenarkan: Hana manis, lugu, polos—persis antitesis dari dirinya. Awalnya, itu hanya relasi saudara. Tapi tatapan Taehyung akhir-akhir ini berbeda. Bukan sekadar protektif. Ada rasa memiliki. Sesuatu yang lebih dalam dan rumit, yang bahkan sulit Yoonji definisikan tanpa merasa sesak.
Saat itu Yoonji masih naif, terlalu yakin bahwa kedekatan mereka berarti sesuatu. malam itu, ia datang ke rumah kediaman Kim untuk mengantar berkas mendesak.
Rumah itu sepi, hanya suara angin malam dari jendela yang terbuka, membuat tirai tipis bergoyang pelan.
Lampu temaram membuat bayangan Taehyung tampak lebih tinggi, lebih dingin, tapi juga rapuh.
Ia tampak lelah... dan tiba-tiba begitu dekat.
Dan tanpa peringatan, pria itu menariknya ke dalam ciuman. Bukan ciuman yang melambangkan hasrat, tapi lebih seperti amarah pada dunia, dilepaskan melalui bibirnya.
Terburu-buru. Kasar. Menghukum.
Yoonji membeku. Jantungnya berdentum gila. Tapi ia membalas, meraih kehangatan itu, memaksakan keyakinan bahwa ciuman ini adalah penanda—pembuka untuk sesuatu yang lebih dari sekadar sekretaris dan atasan.
Tapi saat ciuman itu terputus, Taehyung menatapnya dengan mata kosong.
"Maaf... seharusnya aku tidak melakukannya."
Suaranya dingin, datar, penuh penyesalan yang tidak Yoonji pahami.
Maaf?
Yoonji menatapnya, masih gemetar. Bibirnya masih panas. Hatinya berdebar kencang.
KAMU SEDANG MEMBACA
STEP BROTHER [M].
FanfictionON GOING. (M) Mature content. Ini kisah tentang Kim Taehyung yang menyukai adiknya sendiri Kim Hana. Dan Jungkook hadir di tengah-tengah mereka, memperjuangkan adiknya agar menjadi miliknya. Apakah perjuangan Taehyung selama ini akan menjadi sia-si...
![STEP BROTHER [M].](https://img.wattpad.com/cover/242277525-64-k847141.jpg)