prolog

10 4 0
                                        

dunia bagi Janne Aditama tidaklah besar, hanya sepanjang jarak dari kamar tidur ke dapur, dari halaman depan ke pangkuan Mama,
usianya baru empat tahun, tapi hatinya penuh, penuh oleh hal-hal kecil yang bagi orang dewasa mungkin sepele, tapi bagi Janne itu adalah seluruh hidup

seperti tangan Mama yang hangat saat menggandengnya, suara tawa Papa yang selalu membuatnya ikut tertawa, dan pelukan Kak Ririn yang katanya sudah besar, tapi tetap suka memeluknya saat tidur

Janne adalah si bungsu.
Yang paling kecil, paling sering dipeluk, paling banyak bertanya, dan paling cepat menangis, tapi bukan karena ia manja, dia hanya belum tahu caranya menyimpan rasa.
kalau sedih, ia menangis
kalau senang, dia berlari
dan kalau takut kehilangan, dia akan memeluk lebih erat dari biasanya

Ini adalah kisah tentang rumah kecil yang hangat. Tentang keluarga yang tidak sempurna, tapi saling mencintai dengan tulus
tentang seorang gadis kecil bernama Janne, dan bagaimana hatinya belajar, bahwa cinta tidak pernah dibagi, tapi justru diperbanyak.

si bungsu Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang